Meski Kecil, Perbankan Syariah Terus Tumbuh

V Carlusa menyampaikan sambutan pada JSE 2017

INFOJAMBI.COM — Pertumbuhan perbankan syariah di Jambi tergolong relatif kecil. Masih sekitar enam 6 persen. Kondisi ini tak sebanding dengan jumlah muslim di Jambi. Presentasenya sekitar 90 persen dari jumlah penduduk Jambi.

Terhitung sampai Juli 2017, pertumbuhan bank syariah di Jambi sekitar 6,42 persen. Ini suatu prestasi, karena pertumbuhan bank syariah tahun-tahun sebelumnya berada di angka lima persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Vielloeshant Carlusa, mengakui hal itu, saat membuka Jambi Syariah Expo (JSE) 2017, di salah satu mal di Kota Jambi, Selasa (19/9).

Menurut Carlusa, idealnya pertumbuhan perbankan syariah di Jambi berkisar 20 – 25 persen. Alasannya, jumlah penduduk muslim sangat banyak. Untuk meningkatkannya, gelaran pameran perbankan syariah perlu terus dilakukan.


Bank Indonesia tidak menargetkan pertumbuhan bank syariah secara kuantitatif. Untuk jangka panjang, targetnya mempromosikan dan mengedukasi ekonomi syariah di Jambi.

Salah satu faktor lambannya perkembangan perbankan syariah di Jambi, adalah pola pikir masyarakat. Masih banyak orang beranggapan bank syariah hanya “milik” umat muslim. Padahal, bank syariah melayani kebutuhan masyarakat terhadap jasa dan produk perbankan yang tidak diakomodir di bank umum.

Persoalan lain, ada pendapat masyarakat, bunga bank itu riba. Di sisi lain, ada pula masyarakat berhitung soal bagi hasil. Umumnya bagi hasil di bank umum lebih besar. Secara teori, bank syariah bisa memberi bagi hasil besar dibanding bank umum.

“Ini terus ditingkatkan sampai perbankan syariah menjadi tuan rumah di Kota Jambi. Produk dan jaringannya mulai dikenal masyarakat,” kata Carlusa.

Industri keuangan berbasis syariah berkembang dan mengambil bagian dalam perputaran ekonomi, namun belum signifikan. Bank Indonesia Provinsi Jambi mencatat, aset perbankan syariah di Jambi hingga Juli 2017 sebesar Rp 2,55 triliun atau tumbuh 6,23 persen.

Meskipun relatif kecil, aset perbankan di Provinsi Jambi naik 15 persen dibanding posisi yang sama tahun 2016. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 7,39 persen dengan total DPK Rp 1,13 triliun.

Pembiayaan perbankan syariah di Provinsi Jambi Juli 2017 naik 9,42 persen. Total pembiayaannya Rp 2,35 triliun. Dari sisi jumlah aset, jangkauan fisik dan produk keuangan yang ditawarkan juga berkembang dan beragam. (Doddi Irawan – Jambi)

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.