Rabu, 18 Oktober 2017 | 16:21

Mohon Pak Gubernur dan Pak Bupati. Lihat Anak Isteri Kami…

ilustrasi
ilustrasi

KUALATUNGKAL — Pasca pemberitahuan pengistirahatan aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Desa Serdang Jaya, Betara, Tanjabbar, beberapa waktu lalu, ribuan buruh menganggur. Nasib mereka sangat memprihatinkan.

Dengan tutupnya Pelabuhan Serdang, ribuan buruh bongkar muat kehilangan pekerjaan. Dampak ekonomi semakin luas. Ditambah lagi hasil perkebunan saat ini tidak menentu.

Gubernur Jambi, Zumi Zola, sudah turun menangani masalah pemberhentian aktifitas pergudangan, khususnya PT Jasmin tersebut. Belum ada kejelasan kapan aktifitas bongkar muat akan beroperasi lagi.

“Kami saat ini sangat terhimpit ekonomi, pekerjaan kami sudah tak ada, kemana lagi kami mengadu,” ujar Daeng, seorang pimpinan kelompok buruh, Senin (14/11).

Daeng minta jika ada permasalahan perizinan, sebaiknya penyelesaiannya dibantu oleh pemangku kewenangan. Pasalnya, banyak nyawa yang bergantung pada pekerjaan bongkar muat yang sudah sebulan lebih ditutup itu.

“Kami mohon, Pak Gubernur dan Pak Bupati. Lihat kami, anak isteri dan saudara-saudara kami mau makan apa kalau terus begini. Mau ambil upahan di kebun, kebun tak ada isinya,” keluh Daeng diamini oleh Samsul, Ucok, Sunami, Lisin, Aam dan teman-temannya yang lain.

Menurut Daeng, sampai saat ini pihak perusahaan belum menujukkan niat baiknya mengurus izin seperti yang dianjurkan pemerintah. Para buruh sepakat akan melakukan aksi bila terus dipepet oleh kebutuhan ekonomi.

“Kami akan melakukan konsolidasi bersama ketua-ketua buruh dan mengajak keluarga buruh mencari solusi. Mereka juga orang-orang yang terkena dampak penutupan aktifitas bongkar muat di pelabuhan. Pilihan terakhir kami akan melakukan aksi,” tandas Daeng.

Seperti diberitakan, ribuan buruh di Kabupaten Tanjabbar kehilangan pekerjaan. Penyebabnya kebijakan pemerintah yang menutup aktifitas bongkar muat di pelabuhan tempat mereka bekerja. Ribuan buruh akhirnya kehilangan pencarian. (infojambi.com/D)

Laporan : Raini

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

1 Judul Komentar

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.