MPR RI Ajak Elemen Bangsa Renungi 22 Tahun Perjalanan Reformasi

EDITOR : PM || LAPORAN : BS

Bamsoet Membuka Acara MenembakINFOJAMBI.COM – Ketua MPR RI Bambang “Bamsoet” Soesatyo mengajak seluruh elemen bangsa merenungi perjalanan 22 tahun reformasi. Pasca bergulirnya Reformasi 1998, tafsir Pancasila seperti dilepaskan ke pasar bebas.

Menurut Bamsoet, hal ini ditandai dengan dihapusnya TAP MPR RI No.II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), dibubarkannya Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7), serta dihapusnya mata pelajaran Pancasila sebagai mata pelajaran pokok di sekolah dan perguruan tinggi.

“Sehingga negara tak punya kuasa untuk hadir membina anak bangsa agar mempunyai mental ideologi Pancasila, ” kata Bamsoet saat membuka acara puncak Kejuaraan Tembak Reaksi IPSC Level III Legislator Championship 2020, di lapangan tembak Senayan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Bamsoet berpendapat tak ada yang salah dengan reformasi, namun bukan berarti boleh berpuas diri dan tak melalukan evaluasi perbaikan. “Karena memperbaiki kehidupan bangsa merupakan upaya berkelanjutan yang tak boleh berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Ditegaskan Bamsoet, pendekatan sosialisasi yang dilakukan MPR RI selalu berbeda terhadap satu segmen masyarakat dengan segmen lainnya. MPR RI dituntut kreatif dan inovatif, sehingga tak monoton melakukan sosialisai hanya dalam bentuk ceramah maupun seminar. “Sebagaimana ditunjukan hari ini melalui kejuaraan tembak reaksi,” kata Bamsoet.

Sebagai Penasihat PB PERBAKIN, Bamsoet memaparkan penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan moral MPR RI bagi kemajuan cabang olahraga menembak, yang selama ini memang telah menunjukkan prestasi membanggakan. Seperti di ajang kejuaraan internasional SEA Games 2019 di Filipina, Indonesia tampil sebagai juara umum. |||

Kategori Nasional

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.