Minggu, 25 Juni 2017 | 00:17

Mahmudah : Pembuatan Kue Tanah Kebanjiran Order

Mahmudah Pembuat Kue Tanah.

KOTAJAMBI – Banyak ragam makanan ringan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Jambi, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Salah satu jenis makanan khas masyarakat Jambi Kota Seberang itu, sebetulnya sudah ada sejak lama, dinamakan Kue Tanah.

Seorang ibu rumah tangga, Mahmudah (40) merupakan salah satu pembuat Kue Tanah di RT 3 Kelurahan Ulu Gedong Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi.

Menurutnya, usaha pembuatan Kue Tanah atau disebut Kue Bengen di Jambi Seberang, tak banyak lagi warga masih menekuni usaha rumahan ini.

“Pembauatan Kue Tanah yang ada di Jambi Seberang, sebetulnya sudah sejak dulu ada, dan dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun, dari nenek, orang tua hingga anak cucu. Dan saya merupakan generasi ketiga, di tempat usaha yang saya tekuni ini,” kata Mahmudah.

Menurut Mahmudah, ibu tiga anak ini, proses pembuatan Kue Tanah memang sedikit agak sulit. Meski bahan-bahan yang diperlukan tidak banyak. Dia sendiri pun mengakui sering gagal dalam pembuatannya.

“Bahan-bahannya, tepung beras, gula kelapa, santan kelapa, ditambah rempah-rempah seperti jinten dan biji wijen, kata Mahmudah.

Kue Tanah Khas Jambi

Mahmudah mengakui, Kue Tanah atau bisa juga disebut Kue Jinten ini, tidak diproduksi setiap hari, hanya dibuat dalam waktu-waktu tertentu atau jika ada pesanan dari pelangan saja. Misalnya, pesanan warga yang akan melaksanakan hajatan, atau lebih utama lagi pesanan untuk keperluan menyambut Hari Raya Idul Fitri, seperti sekarang ini.

“Sejak awal Ramadhan, saya sudah kebanjiran order pesanan. Menjelang akhir Ramadhan pun masih banyak warga yang memesan kue. Tapi, tidak dapat saya layani lagi,” kata Mahmudah.

Soal harga, Mahmudah, mematok Rp 110.00,- per kg, dengan tiga varian rasa. Sesuai pesanan pelanggan. Ada yang hanya dibuat tanpa tambahan jinten, ada yang memesan dengan tambahan jinten atau biji wijen, katanya.

Peminat Kue Bengen ini, tidak saja dari warga Kota Jambi, tapi ada juga datang dari Kabupaten Tebo, Kota Kuala Tungkal, dari Surabaya pun ada. Bahkan, sering menerima pesanan dari warga Jambi yang tinggal di Kota Makkah, papar Mahmudah.

Untuk menjalankan usaha home industry Kue Bengen ini, Mahmudah dibantu tiga orang anaknya dan orang tuanya sendiri.

Disamping khusus membuat Kue Bengen, Mahmudah, juga menerima pesanan kue jenis lain, seperti Maksuba, Putri Kandis dan sebagainya. (indojambi.com)

Laporan : M Asrori

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.