Nelayan Gantung Jaring, Kerja Bangunan, Hutang Sana Sini

Jaring nelayan menganggur.

INFOJAMBI.COM — Akibat cuaca ekstrim, disertai tingginya gelombang air laut di Pantai Timur Tanjabbar, banyak nelayan menggantungkan jaring ikannya. Tak sedikit pula yang beralih profesi, meski sementara.

Pantauan infojambi.com di kawasan Kampung Nelayan, Kuala Tungkal, dua orang nelayan, Udin dan Sulaiman, mengaku sudah hampir satu bulan tidak mencari ke laut.

Selain takut gelombang besar, kedua nelayan ini hanya memiliki perahu berkapasitas kecil. Cuaca ekstrim dan gelombang besar memaksa Udin dan Sulaiman gantung jaring.

“Tidak bisa dipaksakan. Kondisi di laut sering hujan deras, disertai angin kencang. Selain tangkapan ikan jadi minim, bisa mengancam keselamatan jiwa kami,” ungkap Udin.


Selain di Kampung Nelayan, di daerah Kampung Tengah juga sudah lama kebanyakan nelayan tidak melaut. Mereka menunggu cuaca membaik. Namun beberapa nelayan ada juga yang turun ke laut.

Mereka yang nekat ini umumnya memakai perahu besar, dengan kapasitas mesin besar. Mereka untung-untungan, kadang dapat, kadang nihil. Walau hasil tangkapan tidak memadai, tapi karena punya modal besar, tidak ada masalah bagi mereka.

Agar bisa tetap hidup, sebagian nelayan ada yang berkebun dan kerja bangunan. Bagi yang tidak punya kebun, terpaksa menganggur. Ada pula nelayan yang mengisi waktu dengan memperbaiki perahu dan jaringnya.

“Ada juga yang menangkap ikan di pinggir pantai pakai perahu kecil. Nelayan yang perahunya kecil sudah lama tak bisa melaut,” tambah Sulaiman.

Cuaca buruk terjadi sejak awal Agustus. Angin laut sangat kencang disertai hujan deras dan gelombang tinggi. Keadaan ini diperkirakan berlangsung hingga awal Maret tahun depan.

Untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari, tidak aneh banyak nelayan berhutang kesana-sini. Hutang baru bisa dilunasi setelah mereka kembali melaut nanti.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tanjabbar, Ir Zabur, menyatakan tidak ada anggaran kompensasi untuk para nelayan, selama mereka tidak bekerja.

“Kalau asuransi kesehatan dan keselamatan kerja ada. Itu pun belum semua nelayan,” jelas Zabur. (Raini – Tanjabbar)

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.