Senin, 18 Desember 2017 | 23:33

Nenek Nurma Syok Lihat Tongkang Masuk Rumah

Rumah warga Tanjungsolok ambruk dihantam kapal tongkang || foto : willy bronson

KUALAJAMBI – Sebuah tongkang tanpa muatan yang ditarik tugboat tiba-tiba menghantam perkampungan nelayan, di Kelurahan Tanjungsolok, Kuala Jambi, Tanjabtim, Jambi, Selasa pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya, belasan rumah warga luluhlantak. Bahkan jalan jembatan beton yang belum lama dibangun Pemkab Tanjabtim ikut ambruk ke dasar sungai.

Belum diketahui besar kerugian akibat kejadian ini. Namun diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Menurut warga yang melihat kejadian itu, Tongkang 2717 Power yang ditarik tugboat Babo 105 datang dari arah Sungai Batanghari menuju ambang luar. Namun tiba-tiba hilang kendali. Tongkang terlihat mengarah ke kiri arah perkampungan nelayan.

Tak bisa dielakkan, tongkang kemudian menghantam jembatan beton yang dibangun pemkab, tepatnya di RT 10 Kelurahan Tanjungsolok. Karuan saja rumah warga yang berada di sisi dalam jembatan ikut hancur akibat dihantam sisi jembatan.

Tak berhenti di situ, tongkang yang semakin liar bukannya berhenti, tapi malah mengarah ke anak sungai di ujung jembatan dan begitu cepat kembali menghantam perkampungan RT 12, persis di sisi lain anak sungai. Akibatnya, 12 rumah berkonstruksi kayu dan sebuah jembatan utama langsung rubuh.

Warga pun berhamburan menyelamatkan diri. Untungnya sebagian besar warga sudah keluar rumah untuk beraktivitas seperti biasa. Ada yang ke laut, ada yang ke pasar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Tiga orang warga RT 12 terpaksa dirawat. Mereka adalah nenek Nurma (60) dan suaminya, Selamat (65) serta nenek Murni (75). Ketiganya syok akibat benturan dan himpitan puing rumah mereka.

“Saya kaget lihat tongkang sudah di depan mata,” cerita nenek Nurma yang enggan mengikuti saran petugas medis setempat agar di rawat di rumah sakit. “Biar saya di sini saja, saya mau lihat rumah saya,” ujarnya, di rumah tetangganya yang selamat dari musibah. Memang, rumah nenek Nurma terlihat lebih separuhnya sudah berada di dalam air.

Wakil Bupati Tanjabtim, Robby Nahliyansyah, langsung meluncur ke lokasi sesaat setelah kejadian. Setelah meninjau kedua lokasi, Robby langsung mengumpulkan warga yang terdampak musibah. Dihadapan para korban, Robby menelepon agen pelayaran yang menaungi armada kapal tugboat dan tongkang.

Dalam pembicaraan yang di-loudspeaker, perwakilan agen, Nanang, menyatakan pihak perusahaan akan bertanggungjawab atas semua akibat yang ditimbulkan kejadian itu. Bahkan, Wabup Robby menjadwalkan agar pihak perusahaan dan warga dipertemukan, Kamis, 16 Februari 2017.

Dari ujung telepon terdengar bahwa perusahaan begitu respek dengan apa yang terjadi. Mereka berjanji mengakomodir penggantian semua kerugian yang dialami warga. “Begitu kami laporkan, perusahaan langsung menyatakan akan bertanggungjawab,” kata Nanang di ujung telepon yang didengar para korban.

Kepada para korban, Wabup Robby minta segera menginventarisir kerugian masing-masing, lalu disampaikan ke tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan kecamatan. Mereka telah diperintahkan agar tetap berada di lokasi hingga masalah ini selesai.

Nilai kerugian harus dipastikan terverifikasi dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengenai masalah hukum atas peristiwa ini, Wabup Robby menyerahkan sepenuhnya pada pihak kepolisian, khususnya Direktorat Polairud Polda Jambi. Robby menghimbau warga tetap tenang dan menghargai Itikad baik perusahaan yang sudah menyatakan bertanggungjawab.

“Terpenting bagi kita adalah itikad baik perusahaan mau bertanggungjawab pada warga. Soal kerugian fasilitas umum nanti dihitung dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ucap Robby.

Kepada Kepala OPD PU dan Kepala Permukiman yang juga hadir, Wabup memerintahkan agar segera dibangun jembatan darurat supaya aktivitas warga sekitar lokasi kejadian kembali normal. (infojambi.com/DD)

Laporan : Willy Bronson

 

 

Kategori Keluarga

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.