Minggu, 19 November 2017 | 04:02

Nenek Sani Derita Kanker Payudara Memprihatinkan

Nenek Sani penderita kanker payudara / foto : riko pirmando

INFOJAMBI.COM — Sungguh malang nasib Sani (56), warga Desa Bengkolan Dua, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi. Di usia lanjut, Nenek Sani terkena kanker payudara ganas.

Akibatnya, payudara kanan Nenek Sani bengkak dan mengeluarkan darah serta nanah. Selain itu juga mengeluarkan bau tidak sedap.

Untuk berobat, janda tiga anak itu tidak punya biaya. Makan saja susah. Suaminya sudah lama meninggal dunia.

”Bagaimana mau berobat, untuk makan saja sulit,” kata Nenek Sani saat dikunjungi infojambi.com sedang ditemui oleh Shinta Nalurita, isteri seorang anggota DPRD Kerinci.

Kanker payudara itu diderita Nenek Sani sejak tiga tahun belakangan. Awalnya, puting kanan payudara Nenek Sani mengeluarkan darah segar.

Kondisi itu tidak dirisaukan Nenek Sani. Dia menyangka penyakit biasa. Namun dari hari ke hari kondisi itu semakin parah. Ditambah ketika rasa sakitnya kumat.

“Saya hanya pasrah. Mudah-mudahan ada donatur yang mau membantu,” ucap Nenek Sani.

Awal mengetahui penyakit kanker payudara itu, Shinta membantu Nenek Sani membuat BPJS, namun terkendala KTP dan KK. Anak Nenek Sani kurang merespon bantuan Shinta itu.

Menurut Shinta, penyakit yang diderita Nenek Sani itu sering kumat tengah malam dan dinihari. Ketika kumat, Nenek Sani hanya bisa menahan sakit luar biasa.

Nenek Sani hanya bisa berdoa kepada Tuhan, minta penyakitnya dapat disembuhkan. Apalagi biaya berobat ke RSU memerlukan biaya cukup besar.

”Saking sakitnya ketika kumat, saya harus gigit bantal atau baju,” terang Nenek Sani.

Nenek Sani berharap Pemkab Kerinci membantunya mengobati kanker payudara ini di RSUD Padang. Untuk menggunakan program kesehatan pemerintah, seperti BPJS, dia tidak masuk, sehingga tidak dapat melakukan pengobatan yang biaya oleh pemerintah. (Riko Pirmando — Kerinci)

 




Kategori Kesehatan

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.