Ngopi Bareng Ratusan Pejabat, Ini Permintaan Khusus Menaker Ida

Penulis : Bambang Subagio
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Ngopi Bareng sekaligus bersilaturahmi dengan para pejabat Pengawas (Eselon 4) dan para pejabat Administrator (Eselon 3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Menaker Ida meminta para pejabat Kemnaker dapat terus meningkatkan produktivitas kerja, memberikan pelayanan secara optimal bagi masyarakat, dan menjadi influencer melalui media sosial untuk mendukung sosialisasi program-program pemerintah, khususnya di bidang ketenagakerjaan.

Menaker Ida mengatakan, seluruh pegawai Kemnaker perlu bersyukur karena telah menjadi bagian penting dalam pembangunan SDM di Indonesia.

Menurutnya, untuk mewujud SDM Indonesia yang unggul, maka hal yang terpenting yang harus dihindari di tingkat internal Kemnaker adalah menghilangkan aspek ego sektoral/ego unit, yang nantinya akan menghambat kinerja.

Menaker menambahkan, dalam memberikan kontribusinya dalam membangun SDM, maka pegawai Kemnaker juga perlu untuk membekali diri agar kompeten dan terus berinovasi.

Hal tersebut mutlak diperlukan guna menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang kompleks.

“Tantangan yang kita hadapi dalam pengembangan SDM saat ini cukup kompleks, mulai dari angkatan kerja kita yang masih didominasi lulusan SMP ke bawah, tingkat produktivitas stagnan, dan tingkat daya saing yang perlu kita tingkatkan,” kata Menaker Ida.

Dalam kesempatan dialog tersebut, Menteri Ida mengatakan, dibutuhkan sinergitas antar unit di Kemnaker dalam upaya memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Tak bisa pelayanan PTSA bekerja secara optimal tanpa didukung semua unit yang ada di sini,” ujar Ida Fauziyah.

Menteri Ida juga mencontohkan pentingnya sinergitas dalam program Kartu Prakerja. Sertifikat kerja yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan akan percuma, apabila pemilik sertifikat kerja masih menganggur.

Oleh sebab itu, pentingnya Binapenta membuka perluasan kesempatan kerja seluas-luasnya, karena sudah mengetahui demand-nya.

“Binalattas yang melakukan pelatihan dan BNSP memberikan sertifikasinya, dan penempatannya oleh Binapenta.

Setelah ditempatkan, ada peran PHI untuk membangun hubungan yang kondusif dan ada peran pengawas, bagaimana agar norma-norma kerja berjalan dengan baik.

“Jadi, jika ada salah satu keluar dari siklus itu, maka berarti ada yang pincang dari siklus yang kita bangun itu. Karena tidak terjadi harmonisasi dan sinergitas antar kita,” katanya. ***

Kategori Nasional

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.