Senin, 26 Juni 2017 | 03:55

Nuraini “Mencak-mencak” di SPBU Muarabulian

Nuraini ngamuk di SPBU Muarabulian || raden

MUARABULIAN – Merasa dirugikan petugas, Nuraini selaku konsumen yang kerap membeli minyak jenis Pertalite di SPBU Muarabulian mengamuk, Kamis siang. Nur’aini yang mengaku sudah tiga kali dirugikan petugas saat pengisian BBM, langsung mendatangi petugas SPBU.

Warga kelurahan Pasar Baru yang berprofesi sebagai penjual minyak eceran itu, tidak terima diperlakukan petugas. Kecurangan dalam pengisian BBM khusus konsumen minyak eceran yang membeli pakai derigen, selalu ada kecurangan. Kuat dugaan ada permainan oleh petugas dalam mengambil keuntungan.

Hal ini terbukti ketika Nur’aini melakukan penyulingan minyak yang dibelinya untuk dipindahkan ke dalam botol.

“Saya bayar Rp 149 ribu, isi derigen tu 20 liter, sampai rumah saya pindahkan ke dalam botol. Kan dak masuk akal cuma dapat 12 botol. Biasonyo takaran 20 liter tu dapat sampai 19 botol,” kata Nuraini.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelumnya persoalan serupa kerap terjadi. Namun dengan jumlah atau literan minyak yang tidak begitu besar, sehingga hal tersebut tidak begitu di persoalkan pembeli.

“Ini yang ketigo kalinyo, kadang sering bekurang 2 sampai 3 liter. Rugilah kami kalo kayak gitu terus,” cetus Nuraini.

Menanggapi hal tersebut, Edy, pengurus SPBU Muarabulian menegaskan, dalam pengisian bahan bakar pihaknya telah sesuai ukuran liter pada mesin pengisian bahan bakar.

“Kami tidak pernah mengurangi tera. Ukurannya sesuailah dengan mesin pengisian bahan bakar ni, manolah kami nak melakukan kecurangan,” kata Edy. (infojambi.com)

Laporan : Raden || Editor : Izwan Sholimin

 

Kategori Lensa

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.