Nusantara Mengaji Menggelar Khatam Quran di Brunei

Kahataman Al Quran di Brunei Darussalam ll foto : Bambang Subagio

JAKARTA – Untuk mentradisikan membaca Al Quran, Nusantara Mengaji terus mengajak masyarakat muslim di belahan dunia, untuk membaca Alquran. Setelah sukses menggelar khataman Al Quran dengan narapidana di seluruh rumah tahanan (Rutan) se-Indonesia, Kamis (20/4) lalu, Nusantara Mengaji menggelar kegiatan yang sama di Jl. Ong Sumping, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Senin (24/4).

Sekitar 200 jamaah, ikut mengaji bersama dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dihadir Ketua Kornas Nusantara Mengaji, H Jazilul Fawaid, SQ, MA, KH. Husnul Hakim yang juga dekan fakultas syariah PTIQ Jakarta, Kyai Kharismatik dari Kaliwungu, Jawa Tengah, KH. Ahmad Baduhun bin Ahmad Badawi, dan lain-lain.

Khataman itu berlangsung khusyu’ dan dibuka Kyai Kharismatik dari Kaliwungu, Jawa Tengah KH. Ahmad Baduhun bin Ahmad Badawi, salah satu pemilik sanad Al Quran tertua di Indonesia.

Jazilul Fawaid berharap, warga Brunai menjadikan khataman Al Quran, sebagai kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan.

“Tujuan didirikannya Nusantara Mengaji, adalah untuk mengajak seluruh umat Islam di seluruh dunia, agar semakin akrab dengan kitab sucinya,” ujar Jazilul Fawaid yang juga anggota Komisi III DPR RI FPKB itu, dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Senin (24/4).

Menurut Jazil, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, ternyata angka buta aksara Al Quran masih sangat tinggi, yakni sekitar 60 persen masyarakat Indonesia belum bisa membaca Alquran.

“Maka, Nusantara Mengaji lahir dan hadir untuk mencerdaskan masyarakat sekaligus memberantas buta aksara Al Quran,” tuturnya.

Karena itu dengan mentradisikan membaca Al Quran, Jazilul berharap, mampu memberi semangat kepada umat Islam di Brunai untuk memberantas buta aksara Al Quran.

KH. Husnul Hakim dalam kesempatan itu, menjelaskan, Al Quran adalah ibarat hidangan makanan, dan sajian Allah SWT yang ada di dunia.

“Umat Islam sebagai hamba Allah SWT telah diberi hidangan Al Quran dihadapannya, maka betapa ruginya jika hidangan itu tidak dinikmati; dibaca, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar alumni MAN Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang itu. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Agama

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.