Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:39

Oesman Sapta : Pers Diharapkan Elegan dan Sportif

Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta ll Bambang Subagio
Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta ll Bambang Subagio

BANYUWANGI – Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta, mengingatkan pers memiliki peran strategis penting, karena bisa mempengaruhi kebijakan. Bahkan, masyarakat lebih percaya kepada pers dari pada Partai Politik.

“Karena itu, pers diharapkan elegan, sportif, dan bisa menjaga organisasinya,” ujar Oesman Sapta, ketika membuka Press Gathering Pimpinan MPR RI bersama Koordinatoriat Wartawan MPR, DPR, DPD RI, di Banyuwangi, Jumat (25/11).

Menurut Oesman Sapta, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar, apalagi menjelang Pilkada. Pers menjadi kunci, karena bisa mempengaruhi kebijakan.

“Masyarakat lebih percaya kepada pers, daripada Parpol, walaupun terkadang apa yang ditulis pers suka salah. Tapi masyarakat suka,” katanya.

Untuk publikasi MPR, Oesman Sapta, juga berharap wartawan parlemen bisa menjaga kewibawaan MPR.
“Berita tentang MPR harus solid. Wartawan parlemen harus menjaga kewibawaan MPR. Jangan malah menyerang MPR,” ujarnya.

Sekjen MPR, Ma’ruf Cahyono, mengungkapkan, bahwa press gathering ini, kegiatan rutin dalam rangka meningkatkan kualitas publikasi di tiga lembaga parlemen yaitu MPR, DPR, dan DPD.

“Publikasi ini, merupakan edukasi politik dan demokrasi kepada masyarakat,” katanya.

Ma’ruf menyebutkan, tugas MPR, adalah mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Ini penting, karena menyangkut ideologi negara.

“Selain itu, MPR juga memiliki tugas mengkaji sistem ketatanegaraan dan menyerap aspirasi masyarakat. MPR juga membangun karakter bangsa, ” ujarnya.

Pembukaan press gathering ini dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, anggota MPR Zainut Tauhid, Sirmadji, Ahmad Nawardi, Forkompinda Kabupaten Banyuwangi, serta wartawan Kordinatoriat Parlemen.

Bupati Banyuwangi, memaparkanberbagai kemajuan daerahnya. Diantaranya memperpanjang landasan Bandara menjadi 2.200 meter dan sudah bisa didarati pesawat jet, pengurangan kemiskinan dari 24 persen menjadi 9,17 persen, income per kapita naik dari 17 juta menjadi 37,6 juta per tahun.

Bupati mengatakan, sejak lima tahun terakhir memproteksi pasar rakyat. Karena itu, di Banyuwangi tidak ada indomaret, alfamart, dan mall. Selain itu juga melarang buah impor.

“Upaya ini telah meningkatkan income rakyat,” ujarnya. (infojambi.com/A)

Laporan : Bambang Subagio

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.