Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:32

Oknum Anggota Dewan Tanjab Barat Terancam di Polisikan

Status facebook oknum anggota DPRD Tanjab Barat

KUALATUNGKAL  – Salah seorang oknum Anggota Dewan, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ( Tanjab Barat, inisial RE.

Karena ulah dari Politisi Nasdem ini, di salah satu grup jejaring sosial media facebook akun pribadinya, atas nama Riano, dia menulis status berbau SARA di kolom kementar salah satu kiriman di Grup Pencerahan Tajung Jabung Barat.

Status tersebut di viralkan oleh akun Facebook bernama Hendro Setyo berupa schreenshoot yang di posting, 14 Mei pukul 16.59 wib. Hingga saat ini, postingan itu hampir 900 komentar berisi kecaman dari netizen pengguna medsos.

Dalam koment status pribadi oknum anggota dewan Tanjab Barat dari Partai Nasdem itu, tertulis, “Saya Pribadi Muak dengan orang Islam seiman, tapi tidak punya rasa seolah2 paling benar dengan menunggangi agama, pakai almaidah dan tidak memaafkan orang lain seolah2 penjahat kelas iblis…alasan agama nomor satu tapi nurani mati,” tulis diakun bernama RE yang juga merupakan ketua Remaja Mesjid di Tanjab Barat itu.

Kasus ini mendapat tanggapan Front Pembela Islam (FPI), Kabupaten Tanjab Barat,  Haidar yang mengancam akan melaporkannya ke pihak yang berwajib.

“Sebelumnya kita akan mengadakan rapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanjab Barat di gedung Kampus STAI An Nadwah Kuala Tungkal. Karena ini menyangkut umat agama Islam,” kata Haidar, Senin (15/5) di Kuala Tungkal.

Selain itu, dikatakan Haidar, pihaknya sudah membuat laporan lain terkait komentar akun di Grup Pencerahan yang melecehkan Ulama Guru besar FPI, Habib Riziq Shihab.

Terkait hal ini, H Syafrudin, Anggota Badan Kehormatan DPRD Tanjab Barat, tidak menampik, dia membenarkan, bahwa akun atas nama RE itu, asli milik anggota dewan dari Fraksi Nasdem yang juga merupakan ketua umum gerakan Pramuka Kabupaten Tanjab Barat.

“Sudah kita tanyakan dan benar dia sendiri yang menulis, apa motifnya kita belum tahu persis. Dia juga sudah membuat permohonan maaf di Facebook,” ujar H Udin singkat.

Sementara itu, di kolom kementar Grup media sosial tersebut, juga terdapat permintaan maaf dan klarivikasi oknum Anggota Dewan tersebut, meski demikian juga terus mendapat kecaman dari pengguna Facebook lainnya. Berikut beberapa postingan klarivikasinya.

“Asalamualaikum wr wb.. sebagai seorang manusia biasa, Sy minta maaf, apabila dlm komentar Sy tidak pada tempatnya dn smoga ini, menjadi evaluasi diri saya dan pembelajaran .. jazakumullah khairan Katsrn..” tulis Riano di status Fesbook bernama Riano Eri itu, 14 Mei pukul 19.17 Wib.

“Sy secara pribadi sudah mengklarifikasi komentar diatas dan minta maaf, kalau ada yg tdk pada tempatnya .. itu sdh di terima oleh saudara yogie.. Sy salah ruang dan tdk pada tempatnya .. sbg manusia biasa Sy sadar, mungkin kalimat yg perlu evaluasi bagi diri saya .. trims,”

“Atas peringatan diatas, Sy bersyukur dgn adanya itu Sy lebih berhati hati dan banyak kekurangan dan khilaf atas setiap pernyataan yg tdk pada tempatnya .. smoga Allah SWT dan rekan2 sesama muslim bisa memahami kekurangan ini .. persoalan benar atau tdk itu bagi sy tdk penting yg jelas kalimat sy yg tdk pada tempatnya adalah suatu kekurangan yg pantas buat Sy meminta maaf utk semua kawan2 Fb.. trims,” ini tulisan Riano dari akun Facebooknya. (infojambi.com)

Laporan : Raini ll Editor : M Asrori

Kategori Hukrim

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.