Panen Liar di Kebun Bunut, Dari Dugaan Pencurian Sawit hingga Pembacokan Petugas

Hamparan pohon sawit membentang di Blok 444 Afdeling IV, Desa Pinang Tinggi, Kecamatan Sungai Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi.

Reporter: BB | Editor: Admin
Panen Liar di Kebun Bunut, Dari Dugaan Pencurian Sawit hingga Pembacokan Petugas
Aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca kejadian | foto : tim

INFOJAMBI.COM — Pagi itu, Jumat, 11 September 2026, suasana di Kebun Bunut, PTPN IV Regional 4 Jambi, tampak seperti hari-hari biasa. Hamparan pohon sawit membentang di Blok 444 Afdeling IV, Desa Pinang Tinggi, Kecamatan Sungai Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi. 

Namun, ketenangan di areal perkebunan sawit itu mendadak pecah. Petugas keamanan Kebun Bunut menerima laporan adanya panen liar yang dilakukan belasan orang. Peristiwa itu kemudian berujung aksi kekerasan terhadap petugas keamanan.

Baca Juga: Wakapolda Pantau Perbatasan Jambi Halau Pemudik

Kabar diterima petugas keamanan sekitar pukul 09.00 WIB. Asisten afdeling melaporkan adanya aktivitas panen liar di dalam areal kebun. Nama yang disebut sudah tidak asing lagi. Y bersama kelompoknya diduga memanen buah sawit milik PTPN IV tanpa izin.

Menerima informasi tersebut, Bombong, Koordinator Keamanan dari PT Jaya Wira Manggala (JWM), perusahaan outsourcing yang bertugas di Kebun Bunut PTPN IV Regional 4, langsung bergerak ke lokasi. Ia ditemani Aditya dan Dahnil, dua anggotanya yang saat itu sedang patroli di kawasan kebun.

Baca Juga: Pelaku Pencurian di Rumah Wartawan TVRI Masih Berkeliaran

Perjalanan menuju titik kejadian berlangsung cepat. Namun ketika tiba di lokasi, para petugas mendapati para pelaku tidak lagi berada di dalam areal hak guna usaha (HGU) PTPN IV. Mereka sudah bergerak ke luar kawasan perkebunan.

Dari atas tanggul Parit Gajah, Bombong mencoba memastikan situasi. Dari titik yang lebih tinggi itu, ia melihat para pelaku sedang mengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diduga hasil panen liar di kebun PTPN IV.

Baca Juga: Istri Ajak Makan Siang, Motor Pegawai Dispenda Muarojambi Raib

Dalam situasi itu, Y tiba-tiba naik ke atas tanggul dan langsung menyerang Bombong dan dua rekannya. Y membacok Bombong menggunakan sebilah golok. Tebasan itu mengarah ke lengan kiri Bombong. Beruntung Bombong tidak terluka. Hanya jaketnya saja yang robek.

"Saya dibacok, tapi hanya jaket yang robek," kata Bombong.

Menurut Bombong, aksi itu berlanjut ke pemukulan yang diikuti sejumlah rekan Y. Seorang petugas keamanan juga terkena pukulan. Sementara satu orang lagi berhasil menyelamatkan diri, kendati sempat dikejar massa.

Dalam kondisi jumlah personel yang tidak seimbang, para petugas berupaya menyelamatkan diri. Setelah melakukan penyerangan, kelompok pelaku meninggalkan lokasi dan kembali ke Dusun Tenggulung, sambil membawa hasil panen yang diduga berasal dari areal perkebunan PTPN IV.

Setelah keadaan mulai kondusif, Bombong bersama anggotanya kembali melakukan pengecekan di lokasi. Mereka menghitung jumlah tandan buah sawit yang telah dipanen.

Hasilnya menunjukkan kerugian yang tidak sedikit. Sebanyak 31 tandan buah segar terdampak dalam kejadian tersebut. Dari jumlah itu, 11 tandan berhasil diamankan, sementara 20 tandan lainnya hilang.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke manajemen Kebun Bunut. Pimpinan kebun memerintahkan agar kasus tersebut dibawa ke ranah hukum. Bombong pun membuat laporan resmi ke Polres Muaro Jambi.

Ketiga petugas telah menjalani pemeriksaan medis dan divisum di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jambi. Meski demikian, tidak ada korban yang harus menjalani perawatan inap.

Kasus ini kemudian bergulir ke penyelidikan kepolisian. Selama dua pekan setelah kejadian, aparat melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku.

Hingga akhirnya, pada 25 September 2026, satu perkembangan penting muncul. Salah seorang dari mereka berhasil ditangkap oleh Tim Buru Sergap Polres Muaro Jambi yang dipimpin Kapolsek Sungai Bahar, AKP Wiktom.

Wiktom membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun ia menegaskan, penanganan perkara ini berada di bawah kewenangan Polres Muaro Jambi, sehingga penyidikan tidak dilakukan oleh pihak polsek.

Sementara itu, Kapolres Muaro Jambi, AKBP Bayu Noormansyah, juga mengonfirmasi bahwa salah satu tersangka telah diamankan.

"Betul sudah ditangkap salah satu tersangka. Jelasnya silahkan hubungi kasat reskrim ya," kata Kapolres.

Bagi manajemen perkebunan, kasus ini bukan sekadar persoalan kehilangan tandan buah sawit. Peristiwa tersebut juga menyangkut keamanan pekerja dan keberlangsungan operasional perusahaan.

Advisor Personalia dan Teknik PTPN IV Regional 4 Jambi Kebun Bunut, Ahmed Ronofa, menegaskan perusahaan tidak akan memberi ruang terhadap praktik pencurian maupun pemanenan tanpa izin.

"Manajemen berkomitmen menjaga keamanan operasional serta seluruh aset perusahaan. Kami mengambil sikap tegas dan tidak mentolerir segala bentuk tindakan pencurian atau pemanenan tanpa izin (unauthorized harvesting)," ujarnya.

Menurut Ronofa, setiap dugaan tindak pidana pencurian akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Perusahaan juga terus memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian dan masyarakat setempat, untuk menjaga kondisi keamanan di lapangan.

"Tim keamanan perusahaan (internal security) bekerja sama secara aktif dengan aparat kepolisian setempat serta unsur masyarakat desa untuk melakukan penjagaan, pemeriksaan rutin, dan penanganan di lokasi kejadian agar situasi di Desa Pinang Tinggi tetap kondusif," katanya.

Di sisi lain, Ronofa menegaskan, hubungan dengan masyarakat sekitar tetap menjadi perhatian. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan telah berjalan selama ini, termasuk pemberian bantuan sembako kepada warga Desa Pinang Tinggi, sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis.

Ronofa berharap semua pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia mengimbau semua pihak agar bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas wilayah demi kepentingan.

Penangkapan salah seorang pelaku menandai babak baru penyidikan kasus ini. Namun, bagi para petugas yang berada di lokasi saat kejadian, peristiwa di tanggul Parit Gajah pagi itu meninggalkan cerita tersendiri. 

Di tengah sengketa tandan buah sawit, kekerasan meletus. Petugas dikejar dan dipukul. Sebilah golok sempat diayunkan. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kini, aparat masih memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam aksi panen liar dan penyerangan tersebut. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya