Sabtu, 19 Agustus 2017 | 20:15

Pasar Muaratembesi Dijadikan Pasar Tradisional

ILUSTRASI

MUARABULIAN — Sekitar 81 kios permanen akan dibangun Pemkab Batanghari dengan dana APBN 2017. Kios berukuran 3,5 x 5 meter itu dibangun di Pasar Muaratembesi.

“Dananya dari Kementerian Perdagangan,” kata Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop Batanghari, Suparno.

Suparno menjelaskan, sekitar 68 kios lama akan dibongkar. Pedagangnya dipindah sementara ke pasar darurat, menjelang kios baru selesai dibangun.

“Kami akan menurunkan tim sosialisasi untuk proses pembongkaran, agar rencana ini berjalan lancar. Sosialisasi dilakukan awal Januari nanti,” ujar Suparno.

Dijelaskan, kios yang berada di tanah pemerintah daerah tersebut ada 135 unit. Kios itu milik swasta dan dihuni sekitar 128 pedagang. Dari 135 unit kios yang ada, 28 unit milik Pemkab Batanghari.

Lokasi pembangunan pasar tradisional yang akan dibangun tahun depan sudah ditetapkan Pemkab Batanghari. Berdasarkan musyawarah bersama, Pasar Muaratembesi dijadikan pasar tradisional.

Untuk pembangunan pasar ini, Kementerian Perdagangan mengucurkan bantuan Rp 6 miliar. Awalnya ada dua lokasi, namun karena lahannya bersengketa, dua lokasi sebelumnya dibatalkan.

Pemkab Batanghari sudah melakukan rapat dengan perwakilan pedagang dan tokoh masyarakat. Mereka setuju kios lama dijadikan pasar tradisional. Syaratnya, para pedagang yang ada saat ini harus diakomodir.

Selain mengadakan rapat, pihak Dinas Perindagkop Batanghari terus menyosialisasikan rencana pembangunan pasar tradisional di Pasar Muaratembesi.

Disamping membangun kios, dana Rp 6 miliar tersebut juga untuk membangun lorong-lorong pasar agar lebih berkesan. Pengunjung akan lebih leluasa berbelanja. (infojambi.com)

Laporan : Raden || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.