Patahan Bekas Tiang Pancang WFC Bikin Resah

Sisa tiang pancang proyek WFC menyusahkan pengemudi speedboat || foto : raini

KUALATUNGKAL — Tiang pancang bekas pengerjaan Anjungan Marina Pengabuan Permai atau WFC (Water Front City) patah. Sisa patahannya masih menancap di Pelabuhan LASDP Kualatungkal, Tanjabbar.

Sejumlah pemilik speedboat resah. Mereka merasa terganggu oleh sisa tiang pancang itu. Suatu saat tiang pancang itu bisa tertabrak speedboat.

Haji Abas Amir, seorang pengusaha angkutan air di Pelabuhan LASDP dan Marina, ‎mengaku sangat khawatir. Tiang itu jatuh saat dilakukan pembangunan mega proyek tersebut, dua tahun lalu.

Hal senada ditegaskan oleh pihak UPTD LASDP Kualatungkal. Tiang pancang itu sampai sekarang masih ada. Dulu pernah dijanjikan akan dipotong, tapi sampai sekarang belum ada juga realisasinya.

Pantauan INFOJAMBI.COM di lokasi, Senin (29/5), tiang pancang sisa pembangunan WFC itu belum dipotong, hanya diberi tanda dengan dua batang kayu nibung.

Ladong, seorang pengemudi speetboat, mengatakan, tanda ada bekas tiang pancang didirikan di dekat tiang pancang. Kondisi ini membuat para penambang speedboat tidak nyaman.

“Kalau air laut surut, akan menganggu arus lalulintas perairan. Kami para supir speedboat tidak nyaman. Bila tidak hati-hati, sisa tiang pancang bisa tersangkut di mesin speedboat,” kata Ladong.

“Kalau terjadi kecelakaan di sana, siapa yang tanggungjawab. Instansi terkait harus cepat menindaklanjutinya. Cabut tiang itu. Apalagi jelang Idul Fitri aktifitas pelabuhan ramai,” ujar Ladong.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjabbar, Apri Dasman ST MT, menegaskan, pihaknya akan segera menyuruh kontraktor pembangunan WFC, agar segera memotong tiang pancang yang masih tersisa. (infojambi.com)

Laporan : Raini

 

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.