Pemancing Ditembak Pria Gangguan Jiwa

Penulis : Raden Soehoer || Editor : Wahyu Nugroho

INFOJAMBI.COM – Nasip naas menimpa Pawit bin Riduan (39) warga Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muarabulian.

Pawit menjadi sasaran tembak oleh seorang pria yang diketahui mengalami gangguan jiwa. Akibatnya Pawit mengalami luka tembak pada bagian hidung tembus ke pipi.

Data yang diperoleh dari pihak kepolisian menyebutkan, tersangka bernama Armanto bin Ahmad (32) warga komplek SMA Rt 02 Kelurahan Muarabulian kabupaten Batanghari. Korban dan tersangka mempunyai hoby yang sama yakni memancing.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Korban mengetahui bahwa tersangka pernah mengalami gangguan jiwa. Namun, akhir akhir ini tersangka bersikap seperti orang waras. Sebab itulah, setiap bertemu tersangka, korban sering mengajak gurauan karena sudah dianggap sembuh dari sakitnya.

Suatu hari, sekitar pukul 07.00 wib Minggu (7/6/2020), Korban pergi memancing menggunakan ketek. Saat melintas di sungai kuntung sungai Bulian, tiba-tiba dari pinggir sungai disela semak semak terlihat tersangka yang sedang memegang senapan angin. Ujung senapan menghadap ke arah korban.

Seketika itu juga, korban ditembak tersangka dan mengenai hidung korban hingga tembus ke pipi korban.

Kapolsek Muarabulian Iptu Iwan Wahyudi, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar ada yang terkena tembakan. Kronologisnya, korban bernama Pawit sedang mencari ikan di Kawasan Sungai Kuntung Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari,” kata Kapolsek Muarabulian Senin (8/6/2020).

Lebih jauh Kapolsek menjelaskan, saat kejadian tersangka sedang mencari burung. “Tersangka menggunakan senjata api jenis senjata angin. Tembakan mengenai korban. Wajah korban terkena peluru senapan angin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keduanya memang saling kenal. “Mereka satu kampung menurut keterangan pelaku, korban sering bercanda dengan pelaku, namun candaan tersebut membuat pelaku sakit hati, dan terjadilah kejadian tersebut,” jelasnya.

Saat ini, korban berada di rumah sakit untuk di berikan tindakan medis. Bahkan untuk mengambil peluru yang masih menempel, korban akan di operasi. Pihaknya mengaku kesulitan dalam mengambil keterangan dari pelaku.

“Masalahnya pelaku mengalami gangguan jiwa, telah memiliki kartu keterangan gangguan jiwa, itu yang membuat kami kesulitan mengambil keterangan. Rencananya pelaku akan dilarikan ke rumah sakit jiwa, untuk mengetahui kondisi lebih dalam pelaku,” tutupnya.***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.