Pembangunan Persemaian Jenis-jenis Pohon Ekosistem Gambut di KPH Muaro Jambi

Oleh : Tim Pengabdian Fakultas Kehutanan Unja

ISU-ISU sumber daya alam (SDA) khususnya kehutanan tak bisa dilepaskan dari Kawasan hutan negara. Dalam konteks pengelolaan, seluruh kawasan hutan dibagi dalam wilayah-wilayah kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP). Segala macam isu kehutanan yang muncul akan bersentuhan dengan KPHP. Isu-isu kehutanan tersebut antara lain permasalahan konflik tenurial dalam kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, kebakaran hutan, deforestasi dan degradasi hutan, bencana banjir dan kehilangan keanekaragaman hayati.

UPTD KPHP Unit XIII Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi adalah salah satu dari 16 unit KPH di Provinsi Jambi yang juga menghadapai masalah tersebut. Kebakaran lahan gambut, konflik tenurial dalam kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat adalah beberapa isu-isu yang bersinggungan dengan KPHP Unit XIII Muaro Jambi. Pada Tahun 2015 seluas 20.074,64 ha lahan gambut di Kawasan KPHP Unit XII Muaro Jambi terbakar, sedangkan pada Tahun 2016 luas lahan gambut yang terbakar menurun menjadi 3.067,09 ha. Untuk meminimalisir dampak negatif dari isu-isu tersebut berbagai langkah ditempuh pemerintah salah satunya pada kawasan KPHP tersebut dialokasikan lahan dengan peruntukan untuk skema perhutanan sosial berupa HTR dan HKM.

Pola HTR dan HKM yang ada di KPHP Unit XIII Muaro Jambi hingga saat ini sangat lamban perkembangannya. Kegiatan tersebut masih sangat jauh dari optimal dalam pengelolaannya. Salah satu permasalahan yang memperlambat kemajuan pengelolaan perhutanan sosial tersebut adalah tidak tersedianya bibit pohon berkualitas yang sesuai dengan tapak untuk kegiatan penanaman.

Anggota kelompok tani perhutanan sosial masih rendah pemahaman dan pengetahuannya tentang teknik silvikultur pembangunan persemaian dan pembuatan bibit pohon, salah satunya bibit pohon dari jenis–jenis ekosistem gambut misalnya pinang (Areca catechu), jelutung (Dyera lowii), bibit pulai rawa (Alstonia pneumatophora), dan bibit gelam atau kayu putih (Melaleuca cajuputi) terutama pohon pohon yang cocok tumbuh pada ekosistem gambut bekas terbakar (Heyne, 1988). Padahal apabila pengetahuan tentang pembangunan persemaian dan teknik silvikultur pembuatan bibit tersebut dikuasai oleh anggota kelompok tani perhutanan sosial di KPHP Muaro Jambi, maka peluang peningkatan pendapatan masyarakat khususnya anggota kelompok tani akan terwujud.

Kelompok tani perhutanan sosial tersebut tidak perlu membeli bibit ke penangkar bibit sehingga pengeluaran anggaran untuk pengadaan bibit akan berkurang. Selain itu kelompok tani juga dapat melakukan usaha produktif pembuatan bibit untuk dijual pada kegiatan rehabilitasi gambut baik di dalam Kawasan KPHP ataupun di luar KPHP seperti di Taman Hutan Raya dan Taman Nasional.

Untuk itu Tim Bina Desa PPM Fakultas Kehutanan Universitas Jambi di tahun 2020 ini, berinisatif untuk melakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam pembangunan persemaian bibit pohon dari jenis jenis pohon ekosistem gambut. Alasan utama kegiatan pengabdian tersebut karena minimnya pengetahuan masyarakat anggota kelompok tani perhutanan sosial dalam pembuatan bibit pohon hutan, Pengetahuan tersebut dapat meningkatkan optimalisasi pengelolaan perhutanan sosial dan dapat meningkatkan pendapatan mereka dari usaha produktif pembuatan bibit pohon untuk kegiatan rehabilitasi dan restorasi gambut.

Tim pengabdian Fakultas Kehutanan Universitas Jambi mengangkat judul pengabdian “ PPM Pembangunan Persemaian Jenis-Jenis Pohon Ekosistem Gambut di UPTD KPHP Unit XIII Muaro Jambi dengan tim pengabdian yaitu Ir. Nursanti, S.Hut.M.Si IPM, Dr. Forst. Ir. Bambang Irawan, SP. M.Sc IPU., Dr. Marwoto, S.Hut.M.Si, Dr. Ahyauddin, S.TP.M.Si., Cory Wulan, S.Hut.M.Si.

Berdasarkan dari uraian analisis situasi mengenai kondisi mitra dalam hal ini masyarakat anggota kelompok tani perhutanan sosial di KPHP Unit XII Muaro Jambi maka tim pengabdian menawarkan solusi sebagai berikut :

1. Memberikan penyuluhan kepada mitra tentang iptek dalam pembuatan bibit 1) Teknologi pemilihan benih berkualitas; 2). Teknologi perkecambahan benih pohon ekosistem gambut; 3). Teknologi pemupukan bibit pohon ekosistem gambut; 4). Teknologi pengendalian hama penyakit; 5). Teknologi seleksi bibit siap tanam.
Sedangkan ipteks dalam pembangunan persemaian meliputi: 1). Teknologi pembuatan media tanam berkualitas; 2). Teknologi pengaturan naungan sesuai kebutuhan setiap jenis pohon, dan 3). Teknologi pengaturan kenbutuhan airsilvikultur pembangunan persemaian dan pembuatabn bibit dari jenis jenis pohon ekosistem gambut

2. Memberikan demonstrasi, pelatihan dan pendampingan kepada mitra tentang pembangunan persemaian, mulai dari persiapan lahan persemaian, pembangunan bedeng tabur dan bedeng sapih serta fasilitas persemaian, pembuatan media, penaburan benih dan penyapihan bibit pinang (Areca catechu) jelutung (Dyera lowii), bibit pulai rawa (Alstonia pneumatophora), dan bibit gelam atau kayu putih (Melaleuca cajuputi).

Penulis : Ir. Nursanti, S.Hut.M.Si IPM, Dr. Forst. Ir. Bambang Irawan, SP. M.Sc IPU., Dr. Marwoto, S.Hut.M.Si, Dr. Ahyauddin, S.TP.M.Si., Cory Wulan, S.Hut.M.Si.

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.