Pemda DKI Segera Bentuk ‘Pasukan Merah’

Silaturahmi Insan Tradisional Nusantara (SantriNU) Jakarta ll foto: Bambang Subagio

JAKARTA – Wakil Gubernur non aktif, Djarot Saiful Hidayat, mengajak warga Jakarta, untuk selalu menjaga kerukunan dan kedamaian dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan mengamalkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yaitu Islam yang ramah, sejuk, dan menyebarkan kedamaian untuk seluruh umat.

“Setelah Pemprov DKI Jakarta, memiliki  pasukan ‘Oranye, Kuning, Biru’ dengan tugasnya masing-masing, kini Pemrpov DKI berencana segera membentuk ‘Pasukan Merah’ yang bertugas memperbaiki masjid dan mushola di DKI Jakarta, yang memerlukan perbaikan. Dananya akan dianggarkan dari APBD DKI,” kata Cagub DKI Jakarta itu, saat menghadiri ‘Ngaji Kebangsaan’ yang digelar oleh Silaturahmi Insan Tradisional Nusantara (SantriNU) di Kebagusan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/3) malam.

Ngaji kebangsaan itu dihadiri 5000-an jamaah dan taushiyah oleh para ulama dan habaib dari Jakarta, diirngi pentas musik tradisional ‘Akulturatif Ki Ageng Ganjur’ pimpinan, Al Zastrow Ngatawi. Hadir H. Priyo Sambadha (Sekretaris pribadi Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Pasang Haro Rajagukguk (Sekretaris Barikade GusDur dan penasehat hukum keluarga KH. Abdurrahman Wahid), dan lain-lain.

Ki Ageng Ganjur membawakan lagu-lagu indah islami, diantaranya berjudul  ‘Padang Bulan, Bismillah’ dan lain-lain.ciptaan Habib Luthfi bin Yahya.


“Jadi, mulai sekarang masjid-masjid atau mushola-mushola yang kondisinya kurang baik atau rusak, silahkan melaporkan ke kami. Seperti tembok, tempat wudlunya, keramiknya sudah pecah-pecah, laporkan ke kami. Nanti akan kami segera bantu perbaiki, sehingga nantinya semua tempat ibadah di DKI bisa digunakan nyaman dan engan begitu, maka ibadahnya akan bisa lebih khusyu’ lagi,” kata Djarot.

Mendengar itu, ribuan jamaah yang hadir sontak bersorak gembira dengan meneriakkan yel-yel ‘Hidup Pak Djarot, hidup dua jari’ dan sebagainya. Karena itu, Djarot berharap selurh warga Jakarta, umat Islam khususnya untuk menjaga dan memelihara kehidupan beragama yang damai dan ramah.

“Kita mesti memahami, bahwa Negara ini adalah negara demokrasi Pancasila, sesuai dan sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lilalamin itu,” demikian pesan Djarot.

Kita sebagai orang yang beragama akan selalu hidup dan berperilaku seperti Nabi Muhamad SAW, yang selalu menjunjung tinggi kasih sayang dan akhlak yang mulia, karena beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

“Nah, akhlak itulah yang mesti kita jadikan dasar dalam menata, membina, dan membangun masyarakat Jakarta khususnya, agar pembangunan yang kita kerjakan ini bermanfaat dan mensejahterakan semua,” pungkasnya. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Uncategorized

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.