Pemerintah Diminta Serius Gunakan Anggaran PEN

LAPORAN : BS || PUBLISHER : PM
INFOJAMBI.COM – Anggota Komisi IX DPR Intan Fitriana Fauzi mengingatkan pemerintah serius menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terkait dampak Covid-19 sebesar  Rp695,2 Triliun. Alokasi APBN yang sangat besar itu  harus benar-benar bisa memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat.

“Demi nasib rakyat dan demi perbaikan ekonomi, kita setuju saja dengan anggaran yang diusulkan pemerintah,” kata Intan   Fitriana Fauzi dalam diskusi “Vaksin Covid-19, Masalah Atau Solusi” di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Sesuai ketentuan perundangan Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) ini mengatakan pada prinsipnya setiap rupiah atau uang pajak rakyat yang disetor ke APBN harus digunakan sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.  “Karena itu, tata kelola penggunaan anggaran ini harus memberi benefit yang maksimal untuk rakyat. Ini prinsip dasar,” ujarnya.

Apalagi di era krisis kesehatan dan krisis ekonomi sekarang ini, lanjut Intan lagi, alokasi anggaran harus tepat sasaran. “Percuma kita memiliki anggaran tetapi anggaran tersebut tidak bisa secara cepat dibelanjakan untuk rakyat. Padahal rakyat membutuhkannya,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Hermawan Saputra mengatakan sejak virus Corona muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok dan kemudian menjadi global pandemi sejak 13 April 2020, maka semuanya panik di awal, tetapi malah abai belakangan ini.

“Nah ini menjadi sebuah paradoks, ketika kasus Covid baru ditemukan di Indonesia dengan hitungan jari, kita begitu paranoid, bahkan terjadi panic buying,” ujarnya.

Namun sekarang, kata Hermawan, pemerintah malah permisif dan seolah-olah sudah merdeka. Padahal sekarang hampir mencapai 100.000 kasus positif Covid-19 saat ini dan terjadi ledakan potensial secara local transmission yang ada di tengah masyarakat.|||

Kategori Nasional

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.