Pemkot dan BKMT Kota Jambi Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Walikota Jambi, H Syarif Fasha menyampaikan sambutan || abdul mu’in

KOTAJAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi setiap tahun melaksanakan kegiatan hari-hari besar Islam bersama masyarakat, di mesjid, majelis taklim dan kantor-kantor pemerintahan.

Seperti dilakukan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kota Jambi ini. Rabu sore diadakan peringatan Maulid Besar Nabi Muhammad SAW, di Lapangan Kantor Walikota Jambi.

Tampil sebagai penceramah, Al-Ustadz Ahmad Taufiq Hasnuri dari Palembang, Sumatera Selatan. Ikut hadir Walikota Jambi, H Syarif Fasha, para kepala SKPD dan pegawai Pemkot Jambi.

Dalam sambutannya, Walikota mengatakan, katakan sesuatu itu dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Seseorang tidak bisa manyadarkan seseorang kalau dirinya sendiri belum sadar. Harus dimulai dari individu.

Fasha menjelaskan, filsup Perancis, Alfonso, mengatakan, dia tidak bisa menggambarkan sosok Rasulullah yang sangat mulia. Tidak ada manusia yang bisa melebihi sosok Nabi Muhammad SAW. Alfonso itu bukan muslim.

Seorang ahli sejarah Inggris mengatakan bahwa Rasulullah dalam menegakan siar Islam bukan hanya bermodalkan pedang atau perang. Tapi akhlak yang ditonjolkannya.

“Kalau ada rasa ketakutan tentang ajaran Islam, sesungguhnya mereka tidak mengenal sosok Rasulullah dan tidak mengenal Islam,” kata Fasha.

Ibu-ibu majelis taklim hadiri maulid || abdul mu’in

Dari pesan-pesan yang disampaikan Rasulullah, disimpulkan betapa penting mengubah sesuatu itu dilakuikan dari diri sendiri. Kalau belum merubah, omong kosong saja, sama dengan munafik.

“Ngomongnya lain, kelakuannya lain,” ujar Fasha yang berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin Pemkot Jambi.

Al-Ustadz Ahmad Taufiq Hanuri dalam ceramahnya mengatakan, memperingati hari besar Islam tidak ada gunanya kalau tingkah laku tidak berubah.

“Apa guna kita memperingatinya. Cerita Nabi Muhammad, Al Qur’an, Isra Miraj dan soal lainnya, tapi kenyataannya tidak ada perubahan,” tandas Taufiq.

Ustadz Taufiq mengingatkan umat muslim agar tidak mengurus masalah orang lain. Tanya pada diri masing-masing, sudahkah kita mengikuti ajaran agama Allah.

“Hidup di dunia ini modal untuk di akhirat. Jangan main-main dengan hidup, jangan kita anggap hidup ini sekedar perjalanan. Ingat hidup adalah jalan untuk modal kebahagiaan di akhirat,” ujarnya.

Supaya berhasil hidup di dunia dan tidak kecewa di akhirat, kata Ustadz Taufiq, Allah mengutus Nabi Muhammad SAW. Pada diri Nabi Muhammad ada suri tauladan yang baik untuk diikuti.

Allah dalam surat Al-Imran mengatakan, Yaa Muhammad, katakan pada umatmu, jika kamu mencintai Allah, buktikan kamu juga mencintai Nabi Muhammad. Kalau kamu mengikuti Nabi Muhammad, Allah akan mencintai kamu dan Allah akan mengampuni dosa kamu. (infojambi.com)

Laporan : Abdul Mu’in || Editor : Doddi Irawan

 

Kategori Agama

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.