Minggu, 26 Mei 2019 | 12:36

Pemprov Bersinergi Tingkatkan Rasio Elektrifikasi dan Akses Air Bersih

Penulis : Richi/Mustar
Editor : M Asrori S

Peresmian gardu Induk, Transmisi dan Sumur Bor Air Tanah dipusatkan di Kabupaten Sarolangun.

INFOJAMBI.COM – Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, menyatakan, Pemprov Jambi terus tingkatkan sinergi dengan seluruh pihak terkait, dalam meningkatkan rasio elektrifikasi ( luasan area yang telah dialiri listrik ) dan akses air bersih sebagai bahagian dari uapaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Hal itu dikatakan Fachrori pada peresmian gardu Induk, Transmisi dan Sumur Bor Air Tanah di Provinsi Jambi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Desa Tanjung Rambai, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Minggu (3/3/2019).


Menteri ESDM RI meresmikan Gardu Induk (GI) 150 kV Sarolangun dan SUTT 150 kV Muara Bulian – Sarolangun, GI 150 kV Sungai Penuh dan SUTT 150 kV Bangko – Merangin – Sungai Penuh, serta 10 unit sumur bor air bersih di Kabupaten Sarolangun, Muaro Jambi, Tebo, Batanghari, Merangin, dan Bungo.

Fachrori mengatakan, pembangunan sektor kelistrikan merupakan salah satu prioritas nasional, dengan salah satu target utama, pencapaian rasio elektrifikasi 99,9% pada akhir tahun 2019. Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PLN gencar melaksanakan program pembangunan pembangkit dan jaringan di seluruh wilayah Indionesia, termasuk pembagunan Gardu Induk untuk memastikan kelancaran daya transmisi listrik.

Di Provinsi Jambi,kata Fachrori, sampai saat ini capaian rasio elektrifikasi 97,39% sampai akhir tahun 2018 dan berharap dengan gencarnya Program Indonesia Terang serta program-program lain yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM serta PLN, capaian rasio elektrifikasi Provinsi Jambi dapat terus ditingkatkan dan memenuhi target nasional, dan seluruh masyarakat Provinsi Jambi dapat menikmati akses listrik yang layak.

Bahkan menurut Fachrori, pembangunan beberapa Gardu Induk dengan kepasitas 150 kV, masing-masing di Sarolangun dan Sungai Penuh, serta transmisi 150 kV masing-masing untuk jalur Muara Bulian – Sarolangun, dan Merangin – Sungai Penuh, diharapkan dapat mendukung upaya percepatan peningkatan rasio elektrifikasi di Provinsi Jambi, sekaligus untuk menopang kebutuhan-kebutuhan daya listrik yang terus meningkat, khususnya di kawasan perkotaan dan untuk kebutuhan industri, jasa, dan perdagangan di Provinsi Jambi yang terus meningkat.

Selanjutnya, gubernur mengharapkan agar para bupati dan walikota dapat menindaklanjuti pembangunan dan operasionalisasi Gardu Induk ini dengan meningkatkan promosi investasi daerah, karena ketersediaan energi listrik yang menjadi kebutuhan industri, sudah disediakan oleh Kementerian ESDM dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, Fachrori sangat mengapresiasi Menteri ESDM yang telah membangun sumur bor di Provinsi Jambi, yakni di Kabupaten Sarolangun, Muaro Jambi, Tebo, Batanghari, Merangin, dan Bungo, karena sumur bor sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di luar perkotaan yang tidak dapat dijangkau oleh perpipaan PDAM.

Telah terbangunnya sumur bor air bersih, lanjut Fachrori, berkontribusi positif untuk meningkatkan target akses air minum layak di Provinsi Jambi yang saat ini baru mencapai 60% dari target nasional 100%.

Fachrori mohon Kementerian ESDM dapat mengalokasikan lebih banyak pembangunan sumur bor air bersih bagi Provinsi Jambi, khususnya pada kabupaten yang masih rendah pencapaian target air minum layak.

Salah satu gardu induk listrik di Sarolangun.

Menteri ESDM RI, Ignasius Jonan, mengatakan, pembangunan GI listrik merupakan bagian dari pembangunan Sistem Kelistrikan Trans Sumatera dan berharap akhir 2019, Sistem Kelistrikan Trans Sumatera telah rampung.

Jonan menegaskan, dalam pembangunan penyediaan energy listrik, pemerintah tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat, jadi listriknya tersedia dan harganya bisa dijangkau oleh masyarakat.

Jonan mengungkapkan, rasio elektrifikasi nasional saat ini 98,3% nasional, target 99,9 persen. Bahkan menurut Jonan, pulau Sumatera paling maju menerapkan pembangkit listrik terbaharukan, air dan panas bumi.

Terkait pembangunan sumur bor, penerangan jalan umum dan jaringan gas, Jonan, mengatakan, Kementerian ESDM akan terus membantu Provinsi Jambi dan meminta Provinsi Jambi untuk memberikan proposal pengejuan kepada Kementerian ESDM.

Bupati Sarolangun, H.Cek Endra mengaku sangat senang dengan peresmian dan pengoperasian GI Sarolangun, yang dinantikan hampir 11 tahun, karena selama ini GI-Nya di Merangin. Cek Endra sangat mengapresiasi Menteri ESDM karena Sarolangun juga dapat PLT Surya.

“Tahun ini Batang Asai 15 Desa terpasang listrik semuanya, jadi seluruh desa di Sarolangun sudah teralisi listrik,” ujar Cek Endra.

Cek Endra juga juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri ESDM atas percepatan izin pembangunan Semen Batu Raja di Sarolangun. Dan, Cek Endra mohon dukungan percepatan pembangunan dua proyek pembangunan PLTU mulut tambang, Jambi 2 x 300 di Jambi, serta erharap Aneka Tambang segera berproduksi di Sarolangun, karena potensi emas di Sarolangun.

Dirjen Ketenagalistrikan, Rida Mulyana, menyampaikan, GI 150 kV, Jaringan Transmisi 150 kV Muara Bulian – Sarolangun 583,6 Kmdengan 245 tower, GI 150 kV, Jaringa Transmisi 150 kV Bangko – Merangin – Sungai Penuh 137,7 Km, 432 tower, dan GI dioperasikan PLN Sumatera.

Rida Mulyana, menyatakan dengan adanya GI akan menurunkan tegangan, sehingga membantu pendistribusian energy listrik secara merata kepada masyarakat. Lanjut Rida, GI tersebut sudah memiliki sertifikisasi laik operasi.

“Jaringan Transmisi 150 kV Bulian – Sarolangun untuk menyatukan tenaga listrik PLTG Batanghari, Payo Selincah, Sungai Gelam,” urai Rida.

Rida mengungkapkan, dengan adanya GI tersebut, PLN bisa menghemat biaya operasional Rp 90 miiar per bulan.

Kepala Pusat Air Tanah Badan Geologi, Andi Yani, menyampaikan, sejak tahun 2005 telah dibangun 45 unit sumur bor di Provinsi Jambi berkapasitas air bersih 2,4 juta m3 per tahun, untuk 112.500 jiwa penduduk.

Tahun 2018, telah dibangun 506 unit sumur bor seluruh Indonesia, termasuk didalamnya 12 unit di Provinsi Jambi, dengan kapasitas air bersih 853 ribu m3 per tahun, untuk 43 ribu jiwa penduduk.

Andi Yani menambahkan, kedalaman sumur bor 100–125 meter, dilengkapi dengan selang, genset rumah genset, bak penampung air rata-rata 2,2 liter kubik.

Untuk tahun 2019, Kementerian ESDM akan membangun 650 unit se Indonesia, termasuk di dalamnya 11 unit di Provinsi Jambi.

Anggota IV BPK RI, Ridjal Djalil, Plt. Komisarit Utama PLN, Bupati Merangin, Wakil Bupati Sarolangun turut hadir dalam acara tersebut. ( Humasprov )

Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.