Pemprov Dorong Kabupaten/Kota Bentuk Dewan Pengupahan, Asosiasi Pengusaha dan Serikat Pekerja Akan Dipanggil

INFOJAMBI.COM — Menanggapi aksi unjuk rasa massa yang tergabung dalam Kesatuan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Jambi, di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (26/10/2017) siang, tentang upah minimum, Pemprov Jambi mendorong kabupaten/kota yang belum memiliki Dewan Pengupahan segera membentuk Dewan Pengupahan

Pj Sekda Provinsi Jambi, Drs H Erwan Malik MM mengatakan, Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sudah memiliki Dewan Pengupahan. Bagi kabupaten/kota yang belum memiliki Dewan Pengupahan, pemprov akan mengingatkan dan menyurati supaya segera membentuknya.

Dewan Pengupaha tersebut yang terdiri dari unsur asosiasi pengusaha, serikat pekerja, dan perguruan tinggi yang difasilitasi pemerintah akan mengkaji upah minimum berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di tiap-tiap kabupaten/kota.

“Dewan Pengupahan telah terbentuk di Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sisanya belum terbentuk karena unsur pekerja, Apindo, dan perguruan tinggi, unsurnya belum terpenuhi. Oleh sebab itu, saya atas nama gubernur, kami sangat mendukung aksi Bapak-bapak. Fungsi pemerintah memfasilitasi, bagi kabupaten/kota yang belum memiliki dewan pengupahan akan kami ingatkan lagi, akan kita surati,” ujar Erwan Malik.

Erwan Malik menambahkan, bagi perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan UMP, akan diberikan teguran, sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya sangat setuju sekali, apabila perusahaan melanggar, sekali-sekali kita berikan shock therapy,” ungkap Erwan Malik.

“Mari kita jaga ketertiban bersama, maru kita jaga bersama-sama agar investasi di Jambi ini bisa berjalan dan hak Bapak-bapak tidak dirugikan oleh perusahaan. Pak Gubernur juga akan menyurati kabupaten/kota untuk segera membentuk Dewan Pengupahan. Mereka ini masyarakat kita, wajib kita back up,” kata Erwan Malik.

Erwan Malik mengatakan, jika ada perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan UMP, maka akan diberikan teguran sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita akan tegur, kita akan tegas, kita akan tegakkan aturan, baik berupa teguran administrasi, 1, 2, 3, bahkan bila perlu sampai cabut izin. Kita mendorong agar pemberi kerja ini mematuhi aturan Undang-Undang,” tegas Erwan Malik.

Soal penyebab perusahaan tidak memenuhi UMP, Erwan mengatakan bisa jadi penyebabnya karena kondisi keuangan perusahaan.

“Mungkin masalah keuangan perusahaan. Kita tahu bahwa baru-baru ini banyak perusahaan yang kondisi ekonominya agak kurang menguntungkan. Saya yakin dan percaya, pengusaha-pengusaha ini kalau dia untung (keuangannya memadai) akan memenuhi upah minimum, karena tenaga kerja ini aset perusahaan, tanpa tenaga kerja, perusahaan juga tidak akan untung. Bagi perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi, ini yang perlu kita panggil untuk menanyakan apa penyebabnya. Perlu komunikasi yang lancar antara pemberi kerja dengan penerima kerja,” jelas Erwan Malik.

“Pada initinya, kita pemerintah, ingin perusahaan hidup, tenaga kerjapun bisa hidup yang layak,” pungkas Erwan Malik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, M.Fauzi menambahkan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi akan segera memanggil asosiasi pengusaha dan serikat pekerja di Provinsi Jambi untuk membahas upah minimum tenaga kerja.

“Kita berbicara kedepan, kita harus komit terhadap atturan yang ada, seperti yang dikatakan Pak Sekda tadi, untuk Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota ada kendala, tidak semua kabupaten bisa memenuhi unsur-unsur itu, dan untuk skala pengupahan di perusahaan, mulai wajib dilakukan sejak diundangkan tahun 2015, sekarang sudah dua tahun, tahun ini sudah wajib dilaksanakan, jatuh tempo di bulan Oktober, memang momen ini sangat tepat untuk kita mulai,” terang M.Fauzi.

“Pak Gubernur sesuai dengan kewenangannya mendorong pemerintah kabupaten/kota, sifatnya di sini, pemerintah menjadi fasilitator terhadap pelaksanaan Undang-Undang, jadi Pemerintah Provinsi Jambi mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota agar segera , akan kita buat lagi surat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota agar segera melakukan pembentukan Dewan Pengupahan di tingkat kabupaten/kota,” ujar M.Fauzi.

“Seminggu ini kami akan memanggil seluruh Asosiasi Tenaga Kerja dan Serikat Pekerja untuk duduk bersama, karena semua ini tidak terlepas dari kesepakatan mereka, kalau sadah ada kesepakatan nanti, Pak Gubernur tinggal menetapkan, jadi tidak bisa pak Gubernur top down langsung menetapkan, harus ada kesepakatan dari kedua belah pihak,” tutur M.Fauzi. (Mustar — Humasprov)

 

Kategori Provinsi

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.