Pemprov Jambi Berhasil Bina Perusahaan Ciptakan Zero Accident

JAKARTA — Gubernur Jambi, H Zumi Zola, mendapat penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2017 dari Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri. Pj Sekda Provinsi Jambi, Drs H Erwan Malik MM mewakili Gubernur Jambi menerima penghargaan itu langsung dari Menteri Ketenagakerjaan, di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (19/7) malam.

Pengharagaan Pembina K3 diberikan pada gubernur yang berhasil melaksanaan program pembinaan K3 pada perusahaan-perusahaan, sehingga perusahaan di wilayahnya memperoleh Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) atau kecelakaan nihil sebanyak 0,05 % dari jumlah perusahaan yang ada di wilayahnya.

Ada 17 provinsi yang memperoleh penghargaan Pembina K3, salah satunya Jambi yang meraihnya dua tahun berturut-turut.

Pj Sekda Provinsi Jambi, Erwan Malik, menyampaikan, Gubernur Jambi meraih penghargaan ini untuk kedua kali secara berturut turut. “Pemerintah Provinsi Jambi telah menunjukkan keberhasilan dalam membina perusahaan perusahaan dalam menciptakan zero accident (nihil kecelakaan kerja) yang terjadi pada tenaga kerja,” ujar Pj Sekda.

Pj Sekda mengatakan, selain berhasil membina dalam menciptakan zero accident, Provinsi Jambi juga telah berhasil menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan perusahaan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

“Selain Penghargaan Pembina K3 yang diperoleh Gubernur Jambi, ada 51 perusahaan di Jambi yang memperoleh penghargaan dalam melaksanakan program K3. Kita berharap hal ini diikuti perusahaan-perusahaan di Jambi yang jumlahnya tercatat 3.208 perusahaan,” ungkap Pj Sekda.

Erwan menghimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Provinsi Jambi untuk mematuhi aturan-aturan yang berkaitan dengan K3, sehingga perusahaan perusahaan tersebut dapat meningkatkan produktivitas kerja.

“Pemerintah Provinsi Jambi memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga Bapak Gubernur dapat memperoleh penghargaan ini 2 tahun berturut turut, kiranya penghargaan ini dapat kita pertahankan dan perusahaan dapat selalu menerapkan program K3 di perusahaannya secara terus-menerus,” pungkas Erwan.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Hanif Dhakiri, menyampaikan, pemberian penghargaan K3 sangat penting, mengingat pembangunan perekonomian nasional memiliki hubungan yang sangat erat dengan masalah ketenagakerjaan.

Hanif mengungkapkan, ketenagakerjaan Indonesia masih banyak menghadapi tantangan, baik dari segi kualitas sumberdaya manusia secara keseluruhan, maupun juga dari hubungan industrial, dan tingkat kepatuhan terhadap norma ketenagakerjaan yang masih terus memunculkan kasus-kasus ketenagakerjaan dengan berbagai implikasinya.

“Masalah K3 adalah masalah yang sangat penting dan harus benar-benar kita utamakan serta menjadi mainstream (pengarusutamaan) dalam seluruh kegiatan, baik ditingkat industri maupun ditingkat tingkat yang lain,” terang Hanif.

Hanif menjelaskan, perlindungan K3 adalah suatu upaya mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta menjamin setiap tenaga kerja mendapatkan perlindungan atas keselamatannya.

Hanif mengatakan, berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tahun 2016, telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 kasus, jika dibandingkan dengan tahun 2015, 110.285 kasus, terjadi penurunan sebanyak 4,6 persen. (infojambi.com)

Penulis : Richi || Foto : Agus Supriyanto

 

 

Kategori Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.