INFOJAMBI.COM — Aktivitas menambang pasir yang biasa dijalani warga di Sungai Batang Tebo mendadak berubah menjadi peristiwa memilukan. Seorang pemuda, Danu (22), warga Desa Tanjung Menanti, Bathin II Babeko, Bungo, hanyut dan hilang di sungai itu.
Dani terjatuh ke sungai, Sabtu, 7 November 2026, saat bekerja menambang pasir secara tradisional. Sejak kabar itu menyebar, suasana di Desa Tanjung Menanti berubah menjadi penuh kecemasan.
Baca Juga: Korim Ditemukan Sudah Jadi Mayat
Warga berkumpul di tepian sungai, menanti kabar yang hingga sore hari belum juga datang. Peristiwa itu terjadi di aliran Sungai Batang Tebo yang selama ini menjadi sumber penghidupan sebagian warga setempat.
Di Sungai Batang Tebo, Danu biasa menjalani aktivitas penambangan pasir tradisional. Informasi diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan ( Basarnas) Jambi dari Kepala Pelaksana BPBD Bungo, Zainadi.
Baca Juga: Orangtua Lengah, Bocah 5 Tahun Hanyut
Laporan mengenai kejadian tersebut segera diteruskan ke Kantor SAR Jambi. Tidak lama setelah informasi diterima, tim penyelamat dari Pos SAR Bungo dikerahkan menuju lokasi, untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Perjalanan menuju lokasi dilakukan secepat mungkin. Setibanya di lokasi, personel SAR langsung berkoordinasi dengan unsur terkait, dan melaksanakan asesmen lapangan, guna menentukan langkah pencarian yang paling efektif.
Baca Juga: Kasihan... Dalilah Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Upaya pertama difokuskan di sekitar titik korban diduga terjatuh. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyelaman untuk menyisir area sungai. Setiap sudut yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus diperiksa secara cermat.
Namun, hingga penyelaman selesai, hasil yang diharapkan belum juga didapatkan. Danu masih belum ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan delapan personel Pos SAR Bungo, BPBD Bungo, serta masyarakat setempat. Kehadiran warga menjadi bagian penting dalam operasi tersebut, karena mereka mengenal karakteristik sungai dan kondisi lingkungan sekitar.
Untuk mendukung pencarian, tim SAR menggunakan berbagai perlengkapan, mulai dari Rescue Car, Landing Craft Rubber (LCR), peralatan water rescue, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi lainnya.
Waktu terus berjalan. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan. Meski tidak dihadapkan pada cuaca ekstrem, pencarian di sungai tetap memiliki tantangan tersendiri. Arus, kedalaman air, dan medan di sekitar lokasi menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Menjelang petang, sekitar pukul 17.30 WIB, Tim SAR Gabungan memutuskan menghentikan sementara operasi pencarian. Langkah tersebut dilakukan setelah upaya penyelaman dan penyisiran yang dilaksanakan sepanjang sore belum membuahkan hasil.
Meski operasi dihentikan sementara, tim tidak sepenuhnya meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan di sekitar area kejadian, sambil menunggu dilanjutkannya operasi pada hari berikutnya.
Pencarian terhadap Danu akan dilanjutkan pada Minggu (8/11/2026). Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan menyatakan akan terus berupaya menemukan korban.
Di tepi Sungai Batang Tebo, penantian masih berlangsung. Bagi keluarga, kerabat, dan warga, setiap jam yang berlalu membawa harapan yang sama, kabar tentang pemuda 22 tahun yang belum pulang dari pekerjaannya sebagai penambang pasir tradisional. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com