Penangangan Daerah Tertinggal Banyak Kurang Tepat

Laporan Bambang Subagio

Hj.Juniwati Mascjhun Sofwan,

INFOJAMBI.COM — Senator Provinsi Jambi, Hj Juniwati Masjchun Sofwan mengungkapkan saat ini kondisi di daerah tertinggal masih banyak yang penanganannya kurang tepat. Gelontoran dana desa triliunan rupiah oleh pemerintah masih belum banyak menyentuh aspek pemerataan pembangunan.

Juniwati mengaku melihat sendiri bagaimana kondisi di beberapa daerah. Penyaluran dana desa pembagiannya masih sama rata antar desa dan kurang dikondisikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Data yang dimiliki anatar K/L tidak sama menyebabkan pemerataan masih belum terjadi.

“Percepatan pembangunan daerah tertinggal masih terhambat karena salah satu penyebabnya permasalahan kurangnya koordinasi antara Kementerian Lembaga, “ kata Juniwati usai mengikuti rapat dengar pendapat Komite I dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, di Jakarta.


Juniwati menambahkan harusnya dievaluasi setiap tahun penanganan daerah tertinggal. Namun kondisi faktual di lapangan, belum ada perkembangan dan perubahan signifikan peningkatan kualitas daerah tertinggal meskipun sudah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

“Harusnya terus dievaluasi perkembangan dari setiap daerah yang berkategori tertinggal. Sebab sudah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah tapi fakta di lapangan berbeda dengan yang di gembar-gemborkan pemerintah,” ujarnya.

Juniwati menambahkan saat ini Saat ini Komite I DPD RI sedang menggodok Rancangan Undang-Undang Percepatan Daerah Tertinggal. “Melalui RUU ini diharapkan menanggulangi segala permasalahan yang terjadi sehingga percepatan pembangunan daerah tertinggal segera terjadi, “ katanya.

Sedangkan Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional Rudy Soeprihadi Prawiradinata menyatakan pihaknya terus mendorong terjadinya sinergitas K/L dalam menangani daerah tertinggal dan implementasi di lapangan harus betuk-betuk dilaksanakan sesuai dengan rencana strategis masing-masing.

“Ini menjadi tantangan, fokus kita untuk daerah tertinggal sudah sangat besarm tapi hal tersebut memerlukan peran dari berbagai K/L implementasi sinergitas di lapangan,” ujarnya. (***)

 

Kategori Nasional

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.