Pendataan Keluarga 2021 dan Banggakencana Bawa Manfaat Bagi Warga Bungo

Penulis : Tim Liputan | Editor : Dodik

INFOJAMBI.COM — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melaksanakan kerjasama bersama mitra dalam hal mensosialisasikan program kependudukan dan keluarga berencana (bangga kencana), dimana pada tahun 2021 yang menjadi titik fokus kegiatan kemitraan adalah Pendataan Keluarga (PK21).

Dengan telah dilaksanakannya Pendataan Keluarga yang berlangsung dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Mei 2021, dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi, di semua kabupaten kota.

Kegiatan sosialisasi penguatan Pendataan Keluarga dan Program Bangga Kencana bersama mitra dilaksanakan di Dusun Teluk Kecimbung, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Selasa 27 Juli 2021.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi, H Zulfikar Achmad. Selain itu hadir pula dari Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi diwakili oleh Sub Koordinator Hubungan Antar Lembaga (Hubalila), Yusri SE.

Yusri menjelaskan, bahwa PK 2021 akan menghasilkan data lebih lengkap ketimbang PK sebelumnya. Pendataan dilakukan petugas yang ada di desa yang bersangkutan, yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah KK sasaran.

“Mereka melakukan pendataan secara door to door/ kunjungan langsung ke rumah-rumah warga. Seluruh petugas pendataan akan menerapkan protokol kesehatan. Jadi aman,” kata Yusri.

Yusri menjelaskan, untuk menjawab pertanyaan dibutuhkan waktu 20 – 30 menit. Ada 57 variabel yang didata. Masyarakat memberi keterangan dengan benar saat pendataan.

Hasil PK 21 nanti digunakan sebagai data operasional atau peta kerja intervensi program Banggakencana, serta program pembangunan lainnya.

“Data PK menampilkan informasi basis data, meliputi 3 aspek utama yakni kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Jadi masyarakat diminta memberi keterangan yang benar adanya,” kata Yusri.

Secara nasional, PK 2021 tidak lagi mengenal pengelompokkan keluarga berdasarkan tahapan, seperti pra-sejahtera hingga Keluarga Sejahtera III+. Kalau ada daerah butuh pentahapan seperti itu, bisa melakukan sendiri sesuai kebutuhan daerah.

Yusri mengungkapkan, hasil pendataan ini memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya untuk kepentingan perencanaan evaluasi dan pengukuran kinerja, hingga di wilayah administrasi terkecil.

“Pendataan keluarga bisa digunakan untuk mendiagnosa kemiskinan dan ketertinggalan pembangunan, hingga menghasilkan keluarga berkualitas dengan kondisi berbeda-beda,” ujar Yusri.

Anggota DPR RI, Zulfikar Achmad menyebutkan, pendataan ini salah satu kunci untuk menciptakan anak-anak berkualitas, dan mencegah stunting yang saat ini menjadi program BKKBN.

“Program Banggakencana mempunyai tiga aspek, yakni membangun keluarga, kependudukan berkualitas, dan keluarga berencana,” kata mantan Bupati Bungo dua periode ini.

Seusai acara ini diserahkan doorprize oleh Zulfikar Achmad dan perwakilan BKKBN Provinsi Jambi. ***

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.