Pengalaman di Eksekutif dan Parlemen, Golkar Pantas Pimpin MPR

PENULIS : BAMBANG SUBAGIO
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Pimpinan Golkar pimpinan MPR yang akan dipilih beberapa pekan lagi, harus diisi oleh kader partai yang disenangi berbagai kalangan dan memiliki jiwa kepemimpinan. Dia berpendapat banyak kader Golkar yang pantas dan cakap mengisi pimpinan MPR/DPR.

“Banyak kader Golkar yang layak menduduki jabatan Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR,” kata Dewan Pembina, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Ulla Nuchrawaty di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Ulla menilai selain berpengalaman di pemerintahan dan di kancah politik, kiprah kader Partai Golkar juga sangat mewarnai perjalanan parlemen. “Mulai dari Komisi I hingga XI DPR RI, kader Golkar, paling sering tampil menyampaikan gagasan atau ide. Itu bukti kader Golkar cukup cerdas di bidang apa saja,” ujar Ulla.

Sedangkan Ketua Pemuda Partai Golkar Sirajudin Wahab berharap kader Golkar kompak dan bersatu merebut jabatan strategis di DPR maupun MPR.  “Jangan gara-gara berebut jabatan Ketua Umum Golkar menjelang Munas, nama baik partai terpuruk, “  katanya. 

Di Pileg 2019,  Partai Golkar memperoleh 85 kursi dengan total suara 17.229.789 (12,31 persen). Dengan peroleh kursi terbanyak kedua setelah PDI Perjuangan, Golkar dinilai layak menduduki kursi Ketua MPR.

Sirajudin menilai di bawah nahkoda Airlangga Hartarto, partai berlambang pohon beringin belum pernah menggelar pleno sebagai rapat tertinggi dan konstitusional sesuai AD/ART Partai Golkar. Dia menilai belum berakhirnya konflik internal di tubuh partai Golkar, akan sulit menempatkan kader Golkar di posisi elit DPR maupun MPR.

Ketua Formapi, Lucius menjelaskan pimpinan partai mesti menempatkan kader yang pas menduduki jabatan pimpinan MPR dan Wakil Ketua DPR. Jika salah menpatkan orang, akan merugikan partai itu sendiri serta merusak citra lembaga DPR dan MPR. 

Lucius berpendapat Partai Golkar mudah untuk mengambil kursi MPR1 karena meraih suara terbanyak kedua di Pileg 2019. Tapi karena perubahan yang terjadi saat ini, proses pemilihan Pimpinan MPR yaitu semua fraksi di MPR RI dapat jatah pimpinan, termasuk satu dari kelompok DPD RI. 

“Mestinya Golkar leading untuk mendapatkan kursi MPR. Tapi kesempatan itu bisa hilang, sebagai konsekuensi dari Partai Golkar yang kehilangan rasionalitas.  Jadi, di mana Golkar berada di MPR, itu yang tidak jelas hingga sekarang, karena satu tahun terakhir tidak ada upaya rasionalitas dari Golkar,” katanya.***

Kategori Politik

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.