Senin, 26 Juni 2017 | 03:51

Penggerak Aksi Masyarakat

Afriansyah, S.Km, M.Si
Afriansyah, S.Km, M.Si

Oleh : Afriansyah, M.Si

Menurut undang-Undang No 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan pendapat dimuka umum, menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sehubungan dengan maraknya demonstrasi masyarakat di berbagai daerah yang diikuti ribuan massa terkait dugaan penistaan agama oleh Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maka muncul pertanyaan, apa yang menggerakkan massa sehingga bisa berkumpul melakukan aksi damai menuntut keadilan.

Rasanya tidak ada organisasi masyarakat, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, atau tokoh mana pun yang mampu menggerakkan jutaan manusia untuk hadir di satu lokasi dengan satu tuntutan serupa. Tidak mungkin ada seorang tokoh dengan karisma sehebat apa pun, tidak ada koodinator lapangan (korlap) dengan biaya sebanyak apa pun, dan tidak ada kekuasaan yang berasal dari manapun dapat menggerakkan jutaan anak bangsa berperilaku dengan tuntutan yang sama.

Namun jika ditinjau dari sudut pandang psikologi maka salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia yakni faktor Sosio-psikologis. Didalam faktor sosio-psikologis ada tiga komponen yang berkaitan dengan faktor sosio-psikologis ini, yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Komponen kognitif adalah aspek  intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui, dipikirkan, dipahami, dan diingat oleh manusia. Kemudian komponen afektif  merupakan aspek emosional, dan berkaitan dengan factor sosiopsikologis seperti senang, marah, benci, setuju, dendam, kecewa, dan Komponen terakhir  yakni konatif merupakan aspek volisional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

Berpedoman dengan teori psikologi di atas, maka  harusnya kita bisa menjawab mengapa begitu banyak masa yang menghadiri aksi bela islam, baik itu di Jakarta maupun masa yang melakukan aksi di daerah-daerah seantero penjuru negeri. Mereka datang dengan jumlah massa yang tidak sedikit dan bertujuan untuk menuntut keadilan agar di tegakkan Jika kita mau memperhatikan sejenak tentu kita akan menyadari bagaimana dan apa yang menjadi penggerak massa yang sedemikan banyak ini bisa datang dan berkumpul untuk melakukan aksi. hal ini tidak lain dan tidak bukan bisa terjadi karena turut serta media yang telah merubah persepsi masyarakat tentang penegakkan hukum di Indonesia.

Kategori Opini

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.