Senin, 20 Agustus 2018 | 17:46

Pengusaha Tionghoa-Konghucu Sumbang Mushaf Alquran Sulaman Raksasa

Laporan Bambang Subagio

Mushab sulaman besar sumbangan komunitas Muslim Tiongkok.

INFOJAMBI.COM – Seorang penganut Khonghucu taat bersimpati pada Islam, Tan Sri Lee Kim Yew, menyumbangkan Mushaf Alquran Sulaman Raksasa kepada Dunia Islam, melalui Presiden RI.

Mushaf Alquran Sulaman Raksaya yang dibuat secara manual dengan tangan (hand-made), merupakan produk peradaban bernilai tinggi, sebagai sumbangan dari masyarakat China, untuk dunia Islam.

“Mushaf ini dibuat oleh komunitas Muslim Haiyuan, Ningxia, Provinsi Otonomi Khusus Muslim di Tiongkok, yang memiliki tradisi kuat dalam menyulam,“ kata utusan Khusus Presiden RI, untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban, Prof M Din Syamsuddin, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (03/06/2018).

Menurut Din, proses pengerjaaan sulaman Mushaf sepanjang 17 meter ini, membutuhkan ketelatenan, ketelitian dan ketrampilan khusus sulam. Seorang penyulam profesional, dalam sehari maksimal hanya bisa menyelesaikan tiga baris tulisan Alquran.

Sumbangan Mushaf itu bermula dari pertemuan Din Syamsudin dengan Tan Sri. Din, mengisahkan, sekitar setahun saat bertemu Tan Sri di Kuala Lumpur, kepadanya Tan Sri menceritakan, bahwa sudah hampir dua tahun (sejak 2015) dirinya meminta seorang ibu di Ninxiang, untuk menyulam Mushaf al-Qur’an besar.

“Tan Sri Lee berniat menyumbangkannya kepada umat Islam, melalui Raja Saudi Arabia, yang dikenalnya sebagai pusat Agama Islam. Lantas saya usulkan mengapa tidak melalui Presiden Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” kata Din.

Tan Sri Lee Kim Yew adalah seorang pengusaha besar warga negara Malaysia. Ia juga memimpin lembaga sosial yang berbasis di Malaysia, Cheng Ho Multicuture Education Trust.

Gayung bersambut, Tan Sri pun setuju dan meminta Din Syamsuddin mengirim proofreader, untuk memastikan kebenaran penulisan mushaf.

Maka Februari lalu, Din Syamsudin, mengirim Dr Ghilmanul Wasath, alumnus Universitas Al-Azhar Mesir, untuk berangkat ke Ningxia. Dari proofreading itu diketahui hanya ada beberapa kesalahan minor yang segera diperbaiki.***

Editor : M Asrori S

Kategori Agama

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.