Peningkatan Bandara Depati Parbo Harapan Masyarakat Kerinci

 

KERINCI — Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, H Fachrori Umar, menyatakan bahwa peningkatan (pengembangan) Bandara Depati parbo, Kerinci, merupakan harapan masyarakat setempat.

Hal itu dikatakan Wagub dalam peninjauan Bandara Depati Parbo, Rabu (3/5) sore.

Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi memberikan dana hibah pembebasan lahan masyarakat yang terdampak pengembangan dan perluasan bandara.

“Kita sudah siapkan dana pembebasan lahan untuk perluasan bandara,” ujar Wagub.


Kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi mendukung peningkatan serta perluasan Bandara Depati Parbo guna mendukung akses dan keinginan masyarakat Kerinci akan bandara yang dapat beroperasi maksimal melayani kebutuhan penerbangan komersil.

“Kalau semua sudah kompak antara masyarakat dan pemerintah setempat kita dapat langsung berikan dana,” lanjut Wagub.

Keberadaan Bandara Depati Parbo belum memenuhi kriteria maksimal dalam pengoperasian bandara yang melayani kebutuhan penerbangan komersil, landasan pacu yang tergolong pendek menjadi kendala serta pintu masuk bandara menjadi hal penting.

“Landasan masih kurang panjang dan tentunya menjadi perhatian,” ungkap Wagub.

Banyak masyarakat Kerinci bahkan sampai negeri jiran Malaysia mencapai puluhan ribu, menginginkan keberadaan bandara mampu menjawab kebutuhan penerbangan pulang kampung. “Harapan masyarakat Kerinci bandara yang lebih baik,” kata Wagub.

Bupati Kerinci, H Adi Rozal menyiapkan langkah inventarisasi lahan yang terdampak pengembangan dan perluasan bandara dengan membentuk tim independen, agar semua pihak, terutama masyarakat tidak dirugikan.

“Harga akan sesuai karena ada tim independen menilai, sehingga masyarakat tidak dirugikan, di sisi pemerintah tidak ada mark up (manipulasi) harga,” tegas Bupati.

Adanya perhatian Pemerintah Provinsi Jambi mendorong percepatan peningkatan pembangunan dan perluasan Bandara Depati Parbo mendapat respon lanjutan Pemkab Kerinci, dengan melakukan langkah pembangunan bandara yang lebih nyaman untuk masyarakat.

“Nanti pintu masuk bandara dibuat di tengah, tepatnya Desa Koto Iman, bukan seperti sekarang, di ujung landasan pacu, termasuk rute penerbangan dan pesawat komersil dapat kita perjuangkan,” jelas Adi Rozal.

Berkaitan dengan 28 hektare luasan lahan masyarakat yang terdampak perluasan bandara, Bupati yakin dapat segera terselesaikan secara baik, tanpa merugikan masyarakat. (infojambi.com)

Penulis : Raihan

 

Kategori Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.