Penolakan Stockpile Batu Bara Semakin Masif, Warga Aur Kenali dan Sekitar Siap Gelar Aksi Besar-besaran Akhir September

Diskusi warga di Masjid Al Ikhlas Blok C Perumahan Aurduri, Kelurahan Aur Kenali, menyatukan semangat penolakan pembangunan stockpile batu bara.

Reporter: BB | Editor: Admin
Penolakan Stockpile Batu Bara Semakin Masif, Warga Aur Kenali dan Sekitar Siap Gelar Aksi Besar-besaran Akhir September
Diskusi warga di Masjid Al Ikhlas Blok C Perumahan Aurduri, Kelurahan Aur Kenali, menyatukan semangat penolakan pembangunan stockpile batu bara | foto : bb

INFOJAMBI.COM — Pergerakan warga dalam menolak rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di wilayah Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, semakin masif. 

Gelombang penolakan tersebut kembali ditunjukkan melalui aksi nyata yang digelar oleh warga Perumahan Aurduri bersama Barisan Perjuangan Rakyat (BPR) pada Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Curhat ke Polda Jambi, Sopir Batu Bara Minta Tambang Batu Bara Dibuka Lagi

Dalam aksi lapangan tersebut, puluhan warga berkonvoi menggunakan mobil pick up dan belasan sepeda motor. Mereka mengelilingi seluruh blok di Perumahan Aurduri. 

Salah satu titik lokasi yang disinggahi yakni kawasan Blok C yang menaungi empat wilayah Rukun Tetangga (RT), meliputi RT 09, 10, 11, dan 12.

Baca Juga: Cari Solusi Penanganan Angkutan Batu Bara, Kapolda Jambi Temui Deputi I Kepala Staf Kepresidenan

Sepanjang rute konvoi, warga secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai ancaman bahaya debu dari aktivitas batu bara. 

Warga mengajak seluruh penghuni Perumahan Aurduri untuk terus merapatkan barisan dalam menolak keberadaan stockpile di wilayah Kelurahan Aur Kenali.

Baca Juga: DPRD Provinsi Jambi Minta Hentikan Kegiatan Angkutan Batu Bara Selama Mudik

Aksi edukasi ini disandingkan pula dengan pembagian masker gratis, guna menanggulangi bencana kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi beberapa pekan terakhir. 

Paparan debu batu bara sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, karena mengandung partikel mikroskopis yang berisiko memicu gangguan pernapasan akut, asma, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak bahaya debu batu bara, lantaran sistem pernapasan dan imunitas mereka masih dalam masa pertumbuhan. 

Tokoh masyarakat Aur Kenali yang juga menjabat Ketua RT 03, Mahfudin, membeberkan secara terperinci perihal dampak buruk stockpile terhadap kesehatan warga sekitar.

Mahfudin mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Perumahan Aurduri, berjuang bersama menentang pembangunan stockpile batu bara di wilayah mereka. 

Konsolidasi gerakan ini dipastikan akan terus berlanjut hingga puncak pergerakan massa dalam waktu dekat.

Pada akhir September 2026 mendatang, warga Aur Kenali beserta sejumlah wilayah di sekitar area stockpile, seperti Mendalo, dijadwalkan akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran. 

Aksi kolosal tersebut menjadi kelanjutan dari serangkaian unjuk rasa yang telah dilancarkan warga sebelumnya di berbagai titik strategis.

Rekam jejak perlawanan warga sebelumnya meliputi aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Jambi, pemblokiran Jalan Lintas Timur, hingga aksi damai di kantor PT SAS di Jalan Lintas Jambi - Muara Bulian. 

Tak berhenti di tingkat daerah, warga juga mengagendakan kunjungan langsung untuk mendatangi beberapa lembaga terkait  tingkat pusat di Jakarta pada Oktober 2026.

Dukungan penuh terhadap gerakan penolakan ini ditegaskan pula oleh tokoh masyarakat Blok C Perumahan Aurduri, Ahmad Junaidi. 

Junaidi yang juga mantan ketua RT dua periode itu memastikan seluruh warga yang bermukim di Blok C Perumahan Aurduri komitmen dan solid untuk menyokong penuh aksi penolakan tersebut.

Menurut Junaidi, masyarakat Blok C sejak awal mula bergulirnya rencana proyek telah konsisten berjuang menolak pembangunan stockpile batu bara di Kelurahan Aur Kenali. 

Kesadaran akan dampak lingkungan dan kesehatan menjadi alasan utama warga untuk terus melawan keberadaan penampungan batu bara tersebut.

"Sejak awal, saya, Pak Doddi, Pak Zulfikar, dan seluruh warga di sini sudah menolak pembangunan stockpile di daerah kita. Jadi, Bapak dan Ibu jangan ragukan warga Blok C. Kami tetap komitmen satu perjuangan dengan penolakan itu," tegas Junaidi. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya