Penyelundup Besar di Jambi Berinisial J, Koneksinya Oknum Pejabat Tinggi

PENULIS : RIFKY RHOMADONI
EDITOR : DORA

INFOJAMBI.COM — Bisnis ekspor dan impor memang menjadi komoditi yang sangat menguntungkan bagi pemasukan negara. Namun bisa sangat merugikan jika tatanan pengelolaannya tidak memadai.

Saat ini sangat marak importir dan eksportir yang memberi keuntungan untuk pemasukan pajak bagi Indonesia. Tapi tidak sedikit pula barang ilegal yang lolos dan masuk ke Indonesia, sehingga merugikan pajak dan pendapatan negara.

Pulau Sumatera adalah salah satu sasaran empuk bagi para mafia ekspor/impor dan mafia pajak. Di Sumatera sendiri, jalan utama barang-barang ilegal tersebut masuk melalui perairan laut dan jalur tikus yang berlabuh di dermaga-dermaga kecil.

Panjangnya garis pantai di Sumatera menjadikan barang ilegal lepas dari pantauan Bea Cukai dan instansi terkait. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Bea Cukai menjadi salah satu faktor.

“Barang-barang ilegal itu berasal dari negara tetangga, seperti Singapura, Vietnam, China dan negara Asia lainnya,” kata Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Jambi, Pangestu Widianto, pada diskusi publik bertema cegah penyelundupan barang ilegal guna meningkatkan stabilitas ekonomi nasional, yang diadakan oleh Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LI-TPK), Rabu (27/3/2019).

Pangestu menjelaskan, masyarakat juga ikut berperan penting mencegah barang ilegal masuk ke Indonesia, khususnya ke wilayah Jambi. Masyarakat harus ikut ambil bagian, dengan cara tidak membeli atau menjual barang ilegal, walaupun harganya lebih murah dari yang ada di pasaran.

Salah satu peserta diskusi, Imran mengatakan, di wilayah Jambi peredaran barang ilegal dikendalikan oleh oknum yang namanya sudah sangat familiar di pasar gelap (black market). Selain itu juga ada oknum petinggi Jambi yang ikut terlibat di dalamnya.

“Di Jambi ini siapa yang tidak kenal J. Dia salah satu penyelundup barang ilegal besar di Jambi. Tapi dia punya hubungan dekat dengan petinggi di Jambi,” cetus Imran. ***

Kategori Hukrim

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.