Penyerangan Rumah Yunianto Mengundang Simpati Aktivis

Penulis : Andra Rawas
Editor : Dora

INFOJAMBI.COM — Peduli sesama aktivis, pasca penyerangan dan perusakan terhadap rumah seorang aktivis oleh orang tak dikenal, belasan orang yang mengatasnamakan Gabungan Aktivis Jambi berunjuk rasa di Mapolda Jambi, Rabu (11/12/2019).

Para aktivis mendesak pihak kepolisian mengambil langkah cepat, memproses pelaku penyerangan dan perusakan rumah Yunianto Arif, di Perumahan Sunderland Blok M, Kota Jambi, Senin (9/12/2019) malam.

Aparat kepolisian dari Polsek Kota Baru sudah memeriksa rumah Yunianto. Kaca rumahnya pecah dan rusak akibat dilempari batu oleh orang tidak dikenal. Polisi juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi.

Setelah pengecekan, Yunianto melaporkan kejadian penyerangan itu. Dia menduga penyerangan dilakukan oleh oknum tim sukses salah satu bakal calon Gubernur Jambi, yang akan bertarung pada Pilkada Serentak 2020.

Diduga motif penyerangan berawal dari kritikan terhadap Walikota Jambi, Syarif Fasha. Yunianto mengaku sempat bertemu pelaku di salah satu hotel di Kota Jambi. Mereka disebut-sebut merupakan tim sukses salah satu bakal calon Gubernur Jambi periode 2021 – 2024.

Mereka sempat beradu argumentasi di media sosial. Yunianto merasa diintimidasi dan diancam. Dalam laporan polisi nomor : STPL/881/ XI/2019/SPKT III tertanggal 10 Desember 2019, Yunianto menyebutkan beberapa nama, dengan inisial H, Id dan Ip.

Dalam aksi unjukrasa di Mapolda Jambi, sejumlah aktivis mendesak kasus penyerangan itu segera ditindak lanjuti, agar tidak berkembang isu lain yang bisa mengganggu keamanan Kota Jambi. Apalagi saat ini memasuki tahun politik.

Usai orasi, para aktivis melakukan pertemuan dengan pejabat Polda Jambi. Mereka diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Edi Faryadi. Dalam pertemuan itu pihak kepolisian berjanji menidak lanjuti kasus ini sesegera mungkin.

Salah seorang aktivis, Anang Faaki menegaskan, aktivis Jambi menolak intervensi dan intimidasi terkait kritikan yang dilontarkan Yunianto. Mereka menddesak kasus ini segera dituntaskan.

Anang menghimbau, menghadapi pilkada serentak tahun depan, jangan sampai ada tim suskses yang bersikap arogan, apalagi sampai melakukan penyerangan, perusakan dan intimidasi terhadap aktivis.

“Kami minta pihak kepolisian segera menuntaskan dan menangani kasus ini secara serius agar tidak berbuntut panjang,” tegas Anang.

Setelah pertemuan dengan pihak kepolisian, belasan aktivis membubarkan diri dengan tertib. ***

Kategori Hukrim

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.