Perberdayaan Perpustakaan Sekolah Guna Memupuk Kecintaan Membaca dan Menulis

Oleh : Yurnita Ariyani, S.Ag

KUALITAS pendidikan di Indonesia termasuk di Jambi, akan sulit untuk meningkat, selama minat baca dan dunia perpustakaan tidak dibangun dan diurus dengan baik. Rendahnya minat baca menjadikan kebiasaan kemampuan untuk membaca juga rendah.

Rendahnya minat baca ini, disebabkan oleh berbagai faktor. Diantaranya yang kita hadapi sekarang adalah pengaruh kemajuan tekhnolagi informasi yang berdampak buruk terhadap anak-anak.

Anak lebih asik ketika memengang sebuah Hand Phone (HP), dibandingkan dengan memegang sebuah buku. Mereka terbuai dengan berbagai fasilitas yang ada pada HP tersebut. Diantaranya tersedianya berbagai bentuk permainan atau game yang membuat mereka asik, hingga lupa diri, lupa waktu dan lupa makan.


Harus ada cara bagaimana kita dapat memperbaiki keadaan itu. Bila dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan akibat yang sangat buruk, terhadap peningkatan sumber daya manusia (SDM) kita nantinya.

Kita tidak dapat menemukan anak yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk kemajuan bangsa kita kedepan. Yang lebih parah lagi dengan keadaan seperti itu, adalah tidak adanya aktifitas dan kreatifitas anak dalam belajar yang mengakibatkan tertidurnya otak-otak anak, akibat terbuai dengan berbagai permainan tersebut.

Maka ketika perpustakaan merupakan sarana yang tepat, guna mengembangkan minat baca anak didik. Pertanyaannya, Apa itu perpustakaan?

Dalam bahasa Indonesia, perpustakaan dibentuk dari kata dasar “pustaka” yang berarti buku. Kemudian ditambah awalan” per “ dan ahiran “an”, yang berarti kumpulan buku-buku atau bahan bacaan.

Jadi perpustakan itu dapat diartikan sebagai suatu gedung, ruangan atau sejumlah ruangan yang berisi koleksi buku yang dipelihara dengan baik dan dapat digunakan oleh masyarakat atau golongan masyarakat tertentu.

Perustakaan sekolah adalah perustakaan yang berada dilingkungan sekolah. Perpustakaan sekolah mempunyai pengertian yaitu: “kumpulan buku-buku yang terorganisir ditempatkan di sekolah untuk digunakan para guru dan murid”.

Perpustakan sekolah haruslah dikelola dengan baik, agar dapat menjalankan fungsinya sebagai tempat mendapatkan layanan informasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam rangka pelaksanaan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.

Ruang perpustakaan.

Adapun tujuan dari keberadaan perpustakaan itu ada dua yaitu : Pertama tujuan umum; Perpustakaan sekolah diselenggarakan sebagai suatu perangkat kelengkapan pendidikan untuk bersama-sama dengan kelengkapan-kelengkapan yang lain, guna meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuh-kembangkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan nasional berasaskan Pancasila dan UUD 1945.

Kedua tujuan khusus; a. Mengembangkan minat, kemampuan dan kebiasaan membaca, khususnya mendaya-gunakan budaya tulisan dalam segala sektor dan kehidupan. b. Mengembangkan kemampuan mencari dan mengolah serta memanfaatkan informasi. c. Mendidik murid agar dapat memelihara dan memanfaatkan bahan pustaka secara tepat dan berhasil guna. d. Meletakkan dasar-dasar ke arah belajar mandiri. e. Memupuk minat dan bakat. f. Menumbuhkan apresiasi terhadap pengalaman imajinatif. g. Mengembangkan kemampuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan atas tanggung jawab dan usaha sendiri (Perpustakaan Nasional, 1992:10).

Tentu dengan adanya penyelenggaraan perpustakaan sekolah, diharapkan dapat membantu murid-murid dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, semua bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sekolah harus dapat menunjang proses belajar mengajar.

Agar dapat menunjang proses belajar mengajar, maka dalam pengadaan bahan pustaka hendaknya mempertimbangkan kurikulum sekolah, serta selera para pembaca yang dalam hal ini adalah murid-murid (Bafadal, 2001:5).

Namun, realitas yang ada banyak ditemui perpustakaan sekolah, khususnya perpustakaan Sekolah Dasar, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kurang berfungsinya perpustakaan tersebut, ketika kita ingin tahu jawaban lebih detil, berbagai alasan klise akan muncul.

Ruang perpustakaan kurang memadai, tidak miliki pustawan yang mumpuni dan profesional karena tidak memiliki kemampuan mengelola dengan baik, termasuk barangkali kurang perhatian dari kepala sekolah dan sebagainya.***

Penulis Adalah Guru Agama SDN 220 Telanaipura Kota Jambi

Kategori Opini

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.