Selasa, 26 September 2017 | 01:49

Pergantian Kepsek SMPN 3 Batanghari Bikin Heboh

ilustrasi

MUARABULIAN – Pergantian mendadak Kepala Sekolah SMPN 3 Batanghari pada 21 November 2016 lalu menjadi buah bibir. Beberapa pihak menilai langkah yang diambil Bupati Batanghari Syahirsah tidak diketahui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari.

Asisten I Batanghari Rijaluddin yang saat ini menjabat Kabag Pemerintahan menjelaskan, kebijakan pergantian kepala sekolah SMPN 3 Batanghari benar sudah di SK-kan oleh Bupati. Hal ini dilakukan berdasarkan laporan dari 18 orang Guru yang menandatangani surat pengaduan yang disampaikan ke BKKPD Batanghari.

Rijaluddin menuturkan, sikap kepsek Sri Harnita selama menjabat di SMPN 3 Batanghari dinilai sudah melampaui batas tidak wajar. Maka dari itu, Bupati sebagai pengatur PNS langsung mengambil tindakan mengganti Kepsek SMPN 3 Batanghari.

“Kebijakan yang diambil bupati, karena emang bupati sebagai pemangku kebijakan untuk PNS di wilayahnya. Selain itu, Bupati juga menilai sebagai SMP yang mendapat contoh sekolah teladan, bupati juga tidak ingin membiarkan masalahnya berlarut-larut,” sebut Rijaluddin.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Batanghari Jamilah mengakui tidak ada laporan terkait pergantian Kepsek di bawah naungan dinasnya itu.

“Saya baru mengetahuinya setelah SK telah diterbitkan. Sebelumnya tidak ada laporan untuk pergantian yang masuk ke dinas PDK. Kalau sekarang saya sudah menerima SK nya tersebut,” jelasnya.

Sri Harnita menjelaskan, pergantian dirinya sebagai kepsek di SMP favorit di Batanghari itu sedikit mengejutkan. Karena sebagai PNS yang melakukan kesalahan tentulah ada pembinaan dari dinas terkait.

“Selama saya menajabat sebagai kepsek di SMPN 3 Batanghari, belum ada pembinaan terkait masalah yang dilaporkan oleh 18 orang Guru itu,” sebutnya.

Menurut Sri Harnita ,saat ini dirinya telah menerima kebijakan yang diambil pemerintah terhadap dirinya.

“Sebagai PNS memang kita harus siap menerima tugas dan di tempatkan dimana saja. Penganti kepsek SMPN 3 merupakan guru biasa di SMPN 3 sebagai pelaksana tugas harian. Saya jadi guru biasa di SMPN itu juga,” tandasnya. (infojambi.com/I)

Laporan : Raden

Kategori Pendidikan dan Iptek

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.