Perjalanan Panjang Menyelamatkan Caesa, Bayi Asal Sungaipenuh Penderita Sirosis Hati

Penulis : Ega Roy || Editor : Redaksi

Caesa dirawat di RSCM, Jakarta.

INFOJAMBI.COM – Caesa Aufa Hafizhati, bayi berusia empat bulan, penderita gangguan hati, saat ini masih menjalani perawatan panjang di RSCM di Jakarta. Donasi untuk membantu terus dikumpulkan. Kabar bahagia, Caesa juga ditemui oleh artis Baim Wong.

Baim Wong yang dikenal banyak membantu masyarakat susah, juga akan ikut membantu Caesa menjalani perawatan di rumah sakit. Baim juga membantu pencairan dana donasi dari masyarakat yang dikumpulkan melalui kitabisa.com.

Hal ini disampaikan Romi, Ketua Honda Beat Club Indonesia (HBCI) Kerinci – Sungaipenuh. Menurut dia, sejak Caesa sampai di Jakarta dan menjalani perawatan, HBCI membantu semua keperluan dan fasilitasi perawatan. Bahkan juga mengunggah status di medsos dan foto Caesa ditemui Baim Wong.

“Terimakasih saudara-saudari Honda BeaT Club Indonesia, yang telah mendampingi dan mempertemukan Baim Wong dengan adik Caesa yang sedang menjalani perawatan di RSCM Jakarta,” tulisnya.

“Terutama kpd Nuci / Teteh Nufus Sabia Hbc Metro Lampung (Bendahara HBCI) beserta suami, Ahong Hbc Banjar Patroman, Gading Hbc Tubaba Lampung, dan Vidi Hbc Tangerang,” sambungnya.

Caesa Aufa Hafizhati lahir 13 November 2020. Kehadiran Caesa menjadi kebahagian luar biasa bagi kedua orangtuanya, Deri dan Revka, setelah penantian anak pertama.

Namun, masih di momen bahagia ini, Allah memberi ujian kepada keluarga kecil ini. Caesa tampak kuning di usia dua minggu. Awalnya keluarga mengira itu hanya dari cahaya lampu. Tapi seminggu kemudian Caesa benar terlihat menguning.

“Sungguh bergetar hati kami, melihat ada yang tidak biasa dari anak pertama kami,” ujar Revka.

Seiring waktu berjalan, Caesa tambah menguning. Terlihat jelas di kedua bola matanya dan tiba-tiba BAB berubah menjadi putih, seperti warna dempul dan timbul gejala batuk keras disertai pilek.

Kedua orangtuanya membawa Caesa ke dokter. Dari gejala yang timbul, dokter mencurigai atresia billier, yaitu gangguan fungsi hati.

Dokter menyarankan langsung diberikan tindakan Operasi Kasai.

Penyakit ini sangat langka, bahkan terjadi 1 : 15.000 ribu kelahiran anak di dunia. Belum ada obatnya. Jalan satu-satunya operasi kasai sebelum usia menginjak tiga bulan.

Dokter menyarankan untuk melakukan USG dan cek labaratorium. Semua hasilnya mendukung ke atresia billier. Caesa diberi surat rujukan untuk ke RSCM Jakarta.

Keluarga membawa Caesa ke RSCM (poli gastrohepatologi) untuk dilakukan operasi Kasai. Sebelum masuk ruang operasi, dokter menyampaikan bahwa tingkat keberhasilan operasi ini hanya 60 %. Selebihnya bisa gagal atau meninggal dunia.

“Saya hanya bisa berserah diri ke Allah SWT. Pasrah dengan semua yang sudah Allah tetapkan untuk saya dan suami,” Revka.

Operasi berlangsung 11 jam. Berhasil. Setelah tiga hari dengan alat bantu di sekujur tubuh, Caesa bisa pulang. Namun Caesa kemudian demam tinggi sampai suhu 40 derajat celcius.

Caesa dibawa kembali ke IGD RSCM. Setelah diambil darahnya, ternyata Caesa kena infeksi kolangitis, yaitu resiko dari anak sehabis post operasi kasai.

“Hati kami semakin hancur saat dokter berkata harus dirawat selama 14 hari. Masuk antibiotic karena hasil biopsi hati pun keluar, dan mengatakan kondisi hati Caesa sudah sirosis atau rusak,” tambah sang ayah, Deri.

Kesedihan bertambah, saat dokter menyarankan sebaiknya maju untuk transplan atau donor hati. Melihat kondisi Caesa demam tinggi terus menerus, ditakutkan menghambat tumbuh kembangnya.

“Kami lihat tiga bulan kedepan, bagaimana kondisinya. Kalau memburuk kami akan lakukan transplan. Ibu bapak harus siap fisik, siap mental, siap dana cash, karena transplan hati tidak ditanggung BPJS,” penjelasan dokter kepada ayah dan ibu Caesa.

Deri yang menjadi tulang punggung keluarga, hanya pegawai honorer di Kantor Damkar Kota Sungaipenuh, mengundurkan diri karena harus menjaga sang anak di Jakarta.

Kenyataan harus dihadapi. Caesa tetap harus dilakukan perawatan semaksimal mungkin. Sampai kini Caesa masih dirawat di RSCM Jakarta. ***

Kategori Sungai Penuh

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.