Perpres No.99 Semakin Memperkuat TP PKK Sebagai Mitra Pemerintah

ADVERTORIAL

Rakornas TP PKK se Indonesia. di Jakarta.

INFOJAMBI.COM – Wakil Ketua II TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Neta Aryani Dianto, mengatakan, Perpres No. 99 Tahun 2017, tentang PKK semakin memperkuat TP PKK sebagai mitra bagi Pemerintah, dalam membantu melaksanakan pembangunan.

Selain itu, dengan Perpres tersebut membuat TP PKK di Indonesia, bisa menyamakan persepsi dalam melaksanakan tugas, kata Neta Aryani Dianto, saat menghadiri Rakornas TP PKK (Pusat, Provinsi, dan PKK Kabupaten/Kota Se Indonesia Tahun 2018, di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

“Alhamdulillah, dengan Perpres No.99 ini membuat keberadaan TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota menjadi bertambah kuat dan semakin menegaskan, bahwa TP PKK merupakan mitra dari Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, guna mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Neta.


Rakor ini kata Neta, bertujuan untuk mensinergikan program kerja, kelembagaan dan administrasi antara pengurus Pusat dan Daerah, seperti yang telah tertuang dalam Perpres Nomor 99 Tahun 2017. Selain itu, Rakor juga membahas pentingnya peran keluarga dalam menjaga keutuhan bangsa.

Peserta Rakernas TP PKK bersama Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

“Jadi, keutuhan dan kerukunan keluarga memiliki peranan penting untuk bangsa ini, karena keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam mendidik generasi muda, sehingga memiliki peranan penting untuk mengawal mentalitas generasi muda. Jika fungsi keluarga ini dapat berjalan baik, maka kualitas keluarga akan baik pula,” tutur Neta.

Lebih lanjut, Neta mengingatkan, kepada seluruh pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jambi, untuk bekerja dengan hati ikhlas, karena ini semua merupakan bagian dari pengabdian, sesuai seperti apa yang telah disampaikan, Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

Iriana Joko Widodo, menegaskan, untuk ibu-ibu pengurus PKK tidak boleh ikut dalam politik praktis, jadi harus benar-benar murni melaksanakan kegiatan PKK saja, sesuai kelompok kerja (Pokja) masing-masing, mulai dari pokja satu sampai pokja empat.

“Saya berpesan kepada ibu-ibu PKK untuk tidak berpolitik praktis, biarkan saja suami kita yang berpolitik. Kita hanya melaksanakan kegiatan PKK saja, jadi jangan ada politik di PKK ini,” pesan Iriana.

Lebih lanjut, Iriana menekankan, agar Rakor ini digunakan sebagai wadah untuk bertukar informasi dan menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama. Melalui Rakor ini, setiap peserta mendapatkan wawasan dari daerah lain, terkait program program apa saja yang baik dan bisa diterapkan di daerahnya masing-masing. ( Richi/Mustar )

Editor : M Asrori S

Kategori Provinsi

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.