Personel Itwasda Polda Jambi Bantu Anak Berkebutuhan Khusus

Penulis : Andra Rawas || Editor : Wahyu Nugroho

INFOJAMBI.COM – Wujud kepedulian pendidikan, Personel Itwasda Polda Jambi, Bripka Desri Iswandi tergerak membantu anak berkebutuhan khusus yang sekolah di Yayasan Bina Insani  di Kawasan Talang Bakung, Kecamatan Pal Merah, Kota Jambi.

Bripka Desri Iswandi mengatakan awalnya bangunan sekolah ini rusak parah dan tidak dapat digunakan untuk aktivitas belajar dan mengajar di tengah pandemi Covid-19 karena keterbatasan kemampuan dan fisik siswa.

“Awalnya Bina Insani ini sempat 3 bulan tutup, karena keinginan dari wali murid agar dibuka kembali. Dengan sistem belajar online kan mereka tidak bisa, mereka harus bertemu dan sistem belajar mereka ya harus di sekolah,” kata Bripka Desri Iswandi mengisahkan perjuangannya menghidupakan yayasan Bina Insani.

Namun kini, yayasan Bina Insani kembali beraktivitas seperti sedia kala. Senyum manis dan semangat belajar kembali muncul dari para siswa di yayasan ini.

Dikatakan Bripka Desri Iswandi dirinya menyisihkan sedikit demi sedikit gajinya untuk membangun sekolah tersebut.

“Dan ternyata situasi disekolah ini tidak layak untuk tempat belajar hal itu yang membuat saya tersentuh merubah Bina Insani hidup kembali dan proses belajar normal kembali,” ujarnya.

Keinginannya hanya satu, dirinya menginginkan anak-anak tersebut meraih cita-cita. Bahkan dirinya juga mengabdikan diri sebagai pengajar dan terapis di sekolah tersebut. “Karena sifat anak-anak istimewa ini berbeda beda dan saya harus mengikuti kriteria merek sampai mereka bisa layak sekolah di reguler nanti” ungkapnya.

Sementara itu pimpinan Yayasan Bina Insani, Edi Purnomo mengatakan Alhamdulillah itu tadi kita berterima kasih atas hadirnya beliau. Kita tadinya hampir putus asa, sudah 3 bulan tidak ada aktivitas kemudian beliau hadir, kemudian semua bisa digunakan dengan alat yang dibelikan sangat menunjang kegiatan yang ada di sini.

Edi menambahkan setelah hadirnya beliau, Yayasan ini kemudian mengajak dirinya agar ikut mengajar di sela waktu kosong dan diluar jam dinasnya.

“Awalnya Beliaupun juga saya ajak ikut serta dalam mengajar. Mungkin kan kalau di kepolisian itu tantangannya berbeda, jadi kita lihat polisi itu sabarnya sampai dimana, tapi Alhamdulillah beliau bisa mengikuti dan menjadi terapis dan beberapa anak yang dia pegang dengan singkat waktu berhasil ia didik,” sebutnya.***

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.