Petani Pengabuan Menunggu Ganti Rugi WKS

Kebun warga terendam, diduga akibat luapan kanal WKS || foto : raini

KUALATUNGKAL — Nasib para petani di Kecamatan Pengabuan, Tanjabbar, hingga kini belum jelas. Warga Desa Suaksamin dan Sungaibaung menuding tanaman tumbuh mereka mati akibat luapan kanal PT Wira Karya Sakti (WKS).

Ratusan hektar tanaman tumbuh milik warga dua desa itu mendadak mati, beberapa waktu lalu. Selain rugi pada tanaman yang mati, warga juga harus menata kembali kebunnya setelah sekitar dua bulan tergenang air.

Kepala Desa Suaksamin, Misran, mengungkapkan, sampai saat ini belum ada ganti rugi dari pihak PT WKS. Warga desa yang lahan perkebunannya terkena luapan air kanal mengharapkan sekali ganti rugi itu.

Misran menjelaskan, persoalan ini sudah sampai ke Pemkab dan DPRD Tanjabbar. Sudah ada beberapa kali pertemuan dengan pihak WKS, baik melalui DPRD maupun pemerintah kecamatan. Tapi sayang, tidak ada realisasinya.

Diwartakan sebelumnya, ratusan hektar tanaman tumbuh warga di Pengabuan mati akibat luapan air kanal WKS. Mulai dari tanaman umbi-umbian hingga tanaman berakar serabut mati tergenang air.

Selain meresahkan warga desa, sikap dingin WKS memicu kemarahan anggota DPRD Tanjabbar. Dewan akan menuntaskan persoalan ini supaya masyarakat tidak dirugikan.

Ketua DPRD Tanjabbar. Faisal Riza, menyatakan dalam waktu dekat akan turun ke lokasi. Menurutnya, persoalan warga dengan perusahaan kertas ini sudah menjadi momok di tengah masyarakat.

“Kami akan tinjau ulang semua lahan WKS, termasuk izinnya. Saat ini dewan masih reses,” tandas Faisal. (infojambi.com)

Laporan : Raini

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.