Senin, 24 September 2018 | 15:08

Petani Simpang Datuk Targetkan Panen Tigakali Setahun

Laporan Willy Bronson

Bupati Romi menjajal handtractor untuk panen padi Inbrida.

INFOJAMBI.COM – Petani padi sawah di Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang selama ini sukses panen dua kali setahun, optimis bisa panen hingga tiga kali.

Asalkan sejumlah infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan), bisa lebih memadai. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat, Usyef Syaiful SY, kepada Bupati Tanjab Timu H Romi Hariyanto, memastikan, petani Desa Simpang Datuk, binaannya mampu mewujudkan rencana panen tiga kali setahun itu.

“Asalkan, pengairannya memadai dan alsintan ditambah,” janji Usyef kepada bBupati Romi yang sengaja hadir pada panen raya Gerakan Tanam Padi Dua Kali Setahun (Gertaktanpadusta), di Desa Simpang Datuk, Sabtu (15/9/2018).

Usyef berharap Pemkab Kabupaten bisa mengadakan pembuatan embung untuk kebutuhan areal tanam seluas 615 ha yang terhampar di sejumlah titik di wilayah Desa Simpang Datuk. Saat ini, terang Usyef, total lahan pertanian di Simpang Datuk, ada 1.186 hektar.

“Terluas di Tanjab Timur, 89 hektar diantaranya kita galakkan palawija jagung,” kata Usyef.

Ramai ramai potong padi Inbrida.

Saat ini petani yang tergabung dalam 16 kelompok tani binaan Usyef, mampu menyukseskan program Gertaktanpadusta Pemkab Tanjabtim. Usyef bersyukur Pemkab membantu ketersediaan alsintan. Terutama lima unit jonder, 19 handtractor hibah dan 45 brigade. Alsintan itu dikelola oleh unit jasa pelayanan jasa alsintan (UPJA).

Harapan petani yang disampaikan Usyef langsung dijawab tegas oleh Bupati Romi. Dia berjanji tahun 2019 akan dibangun embung. Bahkan kata Romi, dia juga akan mulai menerapkan program Mina Padi di Simpang Datuk. Mina padi adalah pola persawahan yang dikombinasi dengan perikanan budidaya.

“Saya minta segera cari lokasi untuk pembuatan embung. Dan kita sudah programkan untuk Simpang Datuk ini, tahun depan sudah mulai program mina padi, saya harap program ini bisa sukses seperti Gertaktanpadusta,” kata Romi.

Romi juga berjanji, akan segera meningkatkan jalan usaha tani. Hal ini untuk meminimalisir turunnya kualitas hasil panen saat hujan turun. Untuk diketahui saat hujan, hasil panen sulit dibawa keluar dan terkadang membuat sejumlah panenan rusak.

“Kita akan pastikan hal itu bisa diminimalisir,” janjinya.

Romi sengaja hadir langsung saat panen raya itu, untuk memberikan apresiasi sekaligus memotivasi petani, agar terus giat berusaha tani. Romi merasa terbantu dengan konsistensi 16 kelompok tani di Desa Simpang Datuk, untuk mendukung program Gertaktanpadusta.

Hal tersebut jelas Romi, adalah bukti bahwa usaha serius petani dan pemerintah, untuk mengembalikan Tanjab Timur sebagai lumbung pangan Provinsi Jambi, masih terus berjalan baik. Melalui program itu Romi berharap musim tanam April – September, bisa dimaksimalkan.

Karena itu pula, Pemkab Tanjab Timur terus memberi bantuan berupa benih, saprodi penunjang serta alsintan pra maupun paska panen.

“Kami juga terus mempertahankan kebijakan ASN wajib konsumsi beras petani lokal. Bahkan, kami juga menghimbau aparatur desa. BPD maupun aparatur vertikal untuk ikut berpartisipasi mendukung kebijakan tersebut,” jelas Romi.

Untuk melepas penat Bupati Romi imut makan bersama.

Program Gertaktanpadusta tahun 2018, diketahui seluas 1.700 ha tersebar di enam kecamatan. 725 hektar atau 42,5 persenya berada di Kecamatan Nipah Panjang. Khusus di Desa Simpang Datuk seluas 615 hektar yang dikelola oleh delapan kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Tanjab Timur, Sunarno menjelaskan bahwa Gertaktanpadusta, adalah upaya meningkatkan produksi padi, melalui peningkatan indeks pertanaman yang semula 100 jadi 200 dengan musim tanam April – September.

Selain Bupati Romi, tampak hadir pada panenraya tersebut Dandim 0419/Tanjab MA Yudistira, Wakapolres Ali Sadikin, asisten ekonomi pembangunan Agus Sadikin, sejumlah kepala OPD, perangkat kecamatan dan tokoh masyarakat setempat.

Romi berharap, usai panen raya petani segera menggarap lagi lahannya, agar bisa segera melaksanakan pertanaman Oktober-Maret.

“Perlu diketahui, pemerintah pusat sudah mengalokasikan bantuan benih padi inbrida, lebih kurang 86,6 ton Kalau tidak salah itu cukup untuk lahan seluas 3.300 hektar lebih, karena itu secara khusus dalam kesempatan ini saya minta petani, PPL maupun pihak-pihak terkait, agar ini dimanfaatkan secara maksimal,” pesan Romi. ***
Editor : M Asrori S


Kategori Tanjung Jabung Timur

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.