PETI Ditertibkan, Polisi Disepelekan

Penulis : Jefrizal || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM — Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Provinsi Jambi tidak sudah-sudah. Bahkan makin marak, karena banyak warga bergantung hidup di usaha ilegal itu.

Penambang emas ilegal sulit dilarang. Terbukti, Minggu 10 Mei 2020, warga penambang emas akhirnya bentrok dengan polisi, di Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo.

Keributan berawal dari razia yang dilakukan aparat Satreskrim Polres Bungo dan Polsek Pelepat, di sepanjang aliran Sungai Pelepat. Akibat bentrok fisik itu jatuh korban luka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam razia tersebut polisi mengamankan dua orang penambang, dan komputer alat berat sebagai barang bukti.

Usai razia, dalam perjalanan pulang, setiba di Desa Baru petugas dihadang ratusan orang. Mereka minta dua orang penambang dan komputer alat berat diserahkan.

Warga dan aparat pun ceksok. Kapolsek Pelepat, AKP Suhendri, berusaha menenangkan warga, namun tak berhasil. Suasana malah makin panas, bahkan Suhendri ditikam di pantatnya.

Ratusan warga membawa batu, kayu dan senjata tajam terus memaksa dua rekannya dibebaskan. Bentrokan meletus. Kendaraan aparat pun dirusak massa.

Kalah jumlah dan terdesak, polisi mengamankan diri ke camp perusahaan perkebunan di sekitar lokasi. Dua penambang dan barang bukti direbut massa.

Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji langsung melakukan evakuasi terhadap korban dan puluhan anggotanya. Kendalanya di lokasi sulit sinyal seluler, sehingga komunikasi terganggu.

“Kami langsung ke lokasi kejadian, tapi massa sudah tidak ada di lokasi. Kapolsek jadi korban penikaman, kami larikan ke rumah sakit. Anggota yang disandera sudah dibebaskan,” jelas Trisaksono.

Trisaksono menegaskan, pihaknya akan terus memproses hukum kasus ini.
Polisi sudah memeriksa kepala desa setempat. “Kami akan proses hukum terkait penganiayaan dan perusakannya,” tandasnya. ***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.