Senin, 19 November 2018 | 20:49

PETI Lubang Jarum Kembali Telan Korban

Penulis : Jefrizal
Editor : M Asrori S

Ilustrasi ( kegiatan PETI).

INFOJAMBI.COM – Aktifitas Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) lubang jarum, kembali memakan korban. Kali ini dua orang pekerja tambang tewas, di dalam lubang dengan kedalam 30 meter. Sedangkan dua perkerja lainya, berhasil selamat dari kejadian tersebut.

Dari data yang berhasil dihimpun, lokasi PETI tersebut itu berada di Desa Parit Ujung, Kecamatan Renah Pembabarap, Kabupaten Merangin Jambi, peristiwa itu terjadi, Sabtu (3/11/2018) sekitar pukul 09.00 wib.

Kronologi kejadian, berawal saat pekerja tambang milik HW (37), warga Kecamatan Renah Pembabap, sedang menyedot air yang masuk kedalam lubang tambang, karena air sungai Batang Merangin meluap dan masuk kedalam lubang tambang.

Setelah air berhasil di sedot, satu pekerja tambang bernama Jajang warga Jawa Barat mencoba masuk kedalam lubang tambang sedalam 30 meter. Setelah Jajang masuk, namun jajang yang telah sampai ke dasar lubang tidak memberikan kabar, akhirnya rekannya Ahum, mencoba untuk menyusul Jajang kedasar lubang.

Baru sampai dikedalam lima belas meter, Ahum terjatuh dan menimpa Jajang, hingga kedua korban diduga tewas di dalam lubang.

Melihat ada korban, rekan korban yang masih di atas permukaan mencoba membantu dua korban dengan cara masuk kedalam lubang.

Namun baru sampai di kedalaman lima belas meter, penolong tak sanggup dan kembali kepermukaan lagi, hingga akhirnya jatug pingsan.

Selanjutnya, para pekerja yang masih selamat mencoba untuk menolong dua korban di dalam lubang. Setelah berhasil mengevakuasi kedua korban yang meninggal dunia langsung dimakankan oleh pemilik tambang di wilayah tak jauh dari lokasi tambang.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kasat Reskrim IPTU Khairunnas, membenarkan jika ada kejadian kecelakaan tambang emas ilegal di wilayah Desa Parit Ujung.

“Kita mendapatkan laporan dari Polsek setempat, ada kejadian korban tewas di dalam lubang tambang. Untuk saat ini kita masih menyelidiki kasus ini,” jelas IPTU Khairunnas, Minggu (4/11/2018).

Kasat Reskrim juga mengatakan, untuk ke lokasi kejadian memang kita kesulitan, karena untuk menuju ke lokasi hanya bisa ditempuh melalui jalur air menggunakan perahu mesin.

“Kita akan coba untuk menyelidiki kasus ini, dan kita akan mencari tahu pemilik tanah dan pemodal tambang tersebut, agar bisa kita proses secara hukum,” tutupnya.***


Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.