Phobia terhadap Muslim, Presiden Amerika Adakan Kerjasama dengan Negara Muslim

Presiden AS, Donald Trump dan wakil putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman

Presiden kontroversi Amerika Donald Trump yang anti terhadap umat Muslim dan imigran Muslim serta melakukan pelarangan masuk warga 7 negara Islam ke Amerika mengadakan kerjasama dengan Arab Saudi. Dalam kerja sama bilateral tersebut, Amerika Serikat dan negara tempat berada dua kota suci umat Islam, Mekah dan Medinah ini sepakat mempelajari cara-cara untuk lebih memperkuat hubungan strategis kedua negara.

Ini menandai mencairnya hubungan dingin semasa pemerintahan Presiden Barack Obama setelah Amerika mencapai kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan Iran, saingan Arab Saudi di kawasan itu. Dalam pertemuan tersebut, kerajaan Arab Saudi diwakili oleh putra Mahkotanya Mohammed bin Salman.

Menurut Gedung Putih hari Rabu (15/3), kedua pemimpin menegaskan komitmen bagi stabilitas di Timur Tengah, yang menghadapi ambisi nuklir Iran dan konflik di Suriah, Irak, Libya dan Yaman.

Trump dan Pangeran Mohammed, yang bertemu hari Selasa (14/3) di Washington, juga sepakat “mengkaji langkah-langkah lebih jauh” guna menemukan peluang perdagangan dan investasi, termasuk dalam sektor energi, di mana Arab Saudi memiliki kepentingan besar sebagai eksportir utama minyak dunia.

 

Kategori Dunia

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.