Polda Jambi Sudah Siapkan Langkah Penanganan Karhutla

Penulis : Andra Rawas | Editor : Dodik

Kapolda Jambi saat rakor penanganan karhutla | foto : andra

INFOJAMBI.COM – Polda Jambi sudah mengambil langkah-langkah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah itu antara lain pembuatan kanal, bloking embung, dan membuat pos karhutla di lokasi rawan.

Hal itu dikemukakan Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo, saat rapat koordinasi karhutla Provinsi Jambi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/7/2021).

Rapat digelar oleh Pemerintah Provinsi Jambi, dihadiri Gubernur Jambi, H Al Haris, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M Zulkifli, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Kajati, Wakapolda dan Sekda Provinsi Jambi.

Rapat juga diikuti oleh sejumlah pejabat utama Polda Jambi, Kepala BPBD, kepala dinas kehutanan, dan para bupati/walikota se-Provinsi Jambi.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri sudah menempatkan personel di pos-pos karhutla. Mereka sudah standby apabila terjadi kebakaran.

“Seperti di Sadu. Anggota yang berada di posko sudah pernah melakukan pemadaman,” ujar Kapolda.

Polri bersama BPBD juga menyiapkan helikopter untuk patroli karhutla maupun illegal logging yang menjadi salah satu faktor penyebab karhutla.

“Personel yang berada di pos kumpeh akan digeser ke daerah Tahura dan Londrang,” jelas Kapolda.

Rapat dibuka oleh Gubernur Jambi, Al Haris. Karhutla menjadi prioritas lantaran merupakan isu nasional.

Tahun 2015 dan 2019 kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Jambi amat besar. Peristiwa seperti itu jangan sampai terulang lagi.

“Tahun ini karhutla dibarengi dengan pandemi covid-19. Dua masalah ini menjadi atensi Presiden Jokowi agar dicegah dan diatasi,” kata Al Haris.

Gubernur sangat berharap para bupati dan walikota membantu TNI dan Polri dalam penanganan covid-19 dan karhutla. Mengenai anggarannya jangan ragu, karena dialokasikan mengingat situasi darurat.

“Saya mengharapkan sekali kita bersama-sama dan bersinergi menangani masalah ini. Indonesia sedang menjadi sorotan internasional terkait covid-19. Jangan ditambah lagi dengan kebakaran hutan,” tegas Haris. ***

Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.