Politikus Jambi Luncurkan Tiga Buku Sekaligus

PENULIS : BAMBANG SUBAGIO
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Menjelang akhir masa jabatan sebagai anggota Badan Pemerika Keuangan (BPK) RI Rizal Djalil semakin produktif berkarya. Tidak tanggung-tanggung, tiga buah buku diluncurkan sekaligus di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/8/2019). Tiga buku itu yakni PT. Freeport Papua; Perjalanan Lurus; dan Akuntabilitas Dana Politik. 

Tiga buah karya ilmiah tersebut, menggenapkan karya ilmiah Rizal Djalil menjadi 10 buku yang dibuatnya selama 10 tahun atau dua periode selama menjadi anggota BPR RI (2009 – 2019). Ditemani Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, anggota DPR Maruarar Sirait dan mantan Menteri Penerangan dan anggota Komisi XI DPR Yunus Yosfiah.

Politikus Partai Amanat Nasional dari Provinsi Jambi itu mengaku peluncuran bukunya di DPR RI, karena dia merasa tak pernah keluar meninggalkan dari Senayan. Di gedung parlemen Senayan itu, seluruh kebijakan kepentingan bangsa dan negara dirumuskan. 

“Banyak orang bertanya,  kenapa meluncurkan buku di DPR? Saya jawab,  Saya merasa tidak pernah keluar dari DPR. Walaupun saya di depan, tapi saya merasa tetap jadi orang sini. Dan saya kalau ditanya lebih excited di depan atau di sini? Saya akan bilang di sini,” katanya.

Rizal kembali menegaskan di DPR, anggota parlemen  merumuskan kebijakan dan bisa bikin membuat kepentingan bangsa dan negara dirumuskan. “Itu di sini (DPR),  kalau di BPK barangnya sudah selesai. Yang kami periksa itu  barang sudah selesai, ” kata Rizal.

“Saya tak pernah merasa keluar dari DPR RI Ini. Karena saya ikut mendorong bagaimana kebijakan itu diarahkan, untuk kepentingan bangsa dan negara, ”  kata Rizal seraya mengaku selama satu dekade di parlemen, dia banyak belajar kepada KH Ma’ruf Amin, kalangan artis, pelawak dan akademisi di Senayan.  

Sedangkan Bambang Soesatyo memuji Rizal Djalil yang mampu menulis 10 buku dalam kurun dua periode sebagai auditor BPK.  “Meski tak lagi menjabat BPK, dan buku ini akan tetap menjadi pelajaran bagi generasi mendatang, karena masa depan tak bisa lepas dari masa lalu,” katanya.

Bambang mengkritik judul buku “Perjalanan Lurus”  karena baginya tak ada politisi maupun auditor yang bersikap “lurus”

“Tapi saya percaya, pasti ujungnya untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu bangsa dan negara. Sehingga, mungkin lurus dalam pendirian, tapi tidak demikian dengan tindakan,” katanya.***

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.