Politisi PPP Minta Imigrasi Cabut Paspor Jozeph Paul Zhang ‘Si Nabi Palsu’

Penulis: BS || Editor: Rahmad

Arsul Sani

INFOJAMBI.COM – Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota Komisi Hukum DPR Arsul Sani mendesak Polri segera berkordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI untuk mencabut paspor Jozeph Paul Zhang.

Jozeph Paul Zhang yang bernama asli Sindy Paul Soerjomoeljono merupakan terduga penistaan agama dan mengaku nabi ke-26. Jozeph diyakini berada di luar negeri sejak 2018.

Menurut Arsul Sani, langkah penarikan paspor tersebut dapat dilakukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Hukum Dan HAM RI (Permenkumham) No. 8 Tahun 2014.

“Berdasarkan Pasal 25 Permenkumham tersebut, maka jika pemegang paspor telah dinyatakan sebagai tersangka atas perbuatan pidana yang diancam dengan hukum paling kurang 5 (lima) tahun atau statusnya dalam red-notice interpol, maka paspornya dapat ditarik oleh pejabat imigrasi yang berwewenang, ” ujar Arsul, Senin (19/4).

Dalam perkara ini Jozeph Paul Zang dapat ditersangkakan atas dasar Pasal 28 UU ITE dan Pasal 156A KUHP yang ancaman pidananya lebih dari 5 tahun.

Josep juga dapat diproses red-notice-nya ke Interpol jika tidak memenuhi panggilan Polri. Karenanya, berdasarkan Pasal 25 tersebut maka dapat dilakukan penarikan paspor.

“Jika ternyata penarikan paspor tidak dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya dan karenanya paspornya secara fisik tidak dapat ditarik, maka Ditjen Imigrasi bisa menggunakan kewenangan mencabut paspor Jozeph Paul Zang berdasarkan Pasal 35 huruf h yang menetapkan pencabutan paspor dalam hal upaya penarikan tidak bisa dilakukan, ” kata politikus Fraksi PPP tersebut.

Jozeph telah dilaporlan seorang warga bernama Husin Shahab ke Mabes Polri pada Sabtu (17/4/2021) terkait penistaan agama Islam yang viral melalui media sosial dan diduga dilakukan oleh Jozeph Paul Zhang alias Sindy Paul Soerjomoeljono.

Informasi terakhir keberadaan di Jerman. Namun Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno mengatakan kemungkinan sudah keluar dari Jerman.

“Infonya sudah keluar dari Jerman. Kita lagi lacak,” ucap Arif.

Menurut Arif, Jozeph infonya hanya beberapa bulan di Jerman. Namun dia mengaku masih mengecek mengenai info tersebut untuk memastikan kebenarannya.

“Dia di Bremen hanya 6 bulan infonya. Nah, sekarang lagi kita cek,” kata Arif.

Kategori Hukrim

Tags: ,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.