Sabtu, 20 April 2019 | 03:43

Pro-Kontra Pembangunan Tugu Keris Siginjai. Musyawarah Saja…

Abu Bakar (kiri) dan Junaedi Singarimbun (kanan)

KOTAJAMBI — Rencana pembangunan ikon Kota Jambi berupa Tugu Keris Siginjai timbul pro dan kontra di tengah masyarakat Kota Jambi. Banyak yang mendukung kebijakan Pemerintah Kota Jambi ini mengganti Tugu Monas di Kota Baru, Kota Jambi menjadi Tugu Keris Siginjai yang melambangkan sejarah budaya Jambi.

Dukungan pembangunan Tugu Keris Siginjai diantaranya datang dari Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Azrai Al Basyari. Ia sangat merespon positif rencana Pemkot Jambi membangun Tugu Keris Siginjai —lambang raja dan Kesultanan Jambi.

Azrai mengaku, sejak jauh-jauh hari sudah mendengar perencanaan pembangunan Tugu Keris Siginjai tersebut dari Walikota Jambi, H Syarif Fasha. Ia bahkan menyampaikan dukungan secara tertulis kepada Pemkot Jambi.

“Jauh-jauh hari kami telah berkoordinasi dan musyawarah. Sejak Februari 2016 lalu,” kata Azrai, Kamis (20/7).


Azrai mengatakan, Keris Siginjai merupakan sejarah budaya Jambi. Di Kota Jambi selama ini belum pernah terlihat pembangunan yang mewakili lambang adat Melayu Jambi.

Menurutnya, pembangunan Tugu Keris Siginjai merupakan bentuk upaya Pemkot Jambi memperindah wajah Kota Jambi. Namun dalam pelaksanaan tidak sedik menuai kecaman dan pro kontra masyarakat.

Menanggapi itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Junaedi Singarimbun minta Pemkot Jambi memberi arahan dan penjelasan ke masyarakat, supaya tidak terjadi kesalahpahaman. Komunikasi dengan masyarakat perlu dilakukan agar semua elemen masyarakat memahami alasan pembangunan Tugu Keris Siginjai.

“Kami minta Pemkot Jambi memberi penjelasan ke masyarakat dan berkomunikasi, agar tidak sampai terjadi keributan,” ujar Junaedi.

Junaedi mengakui, dalam setiap pembangunan baru pasti ada pro dan kontra di masyarakat. Tapi menurutnya Pemkot Jambi telah mengkaji dan melakukan konsultasi, baik dengan tokoh masyarakat maupun Lembaga Adat Kota Jambi, layak tidaknya Tugu Monas Kota Baru diganti dengan Tugu Keris Siginjai.

Menyoal alasan mengganti Tugu Monas Kota Baru, Junaedi mengatakan itu masalah teknis. Ia tidak bisa memberi penjelasan lebih jauh.

“Kebijakan itu tentunya telah dikaji lebih dalam oleh pemkot bersama lembaga adat. Mengapa Tugu Monas itu diubah dengan Tugu Keris Siginjai, kami dari DPRD tidak bisa lebih jauh mengurusi itu,” ujar Junaedi.

Junaedi mengungkapkan, anggaran pembangunan Tugu Keris Siginjai telah diterima DPRD Kota Jambi dan disetujui. DPRD akan mendukung setiap program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dilakukan Walikota Jambi untuk memperindah Kota Jambi.

“Semua yang diusulkan, sepenjang untuk memperindah dan membuat Kota Jambi lebih bagus, kami akan akomodir anggarannya,” tegas Junaedi.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Kota Jambi, Abu Bakar, menangapi pro dan kontra serta demontrasi yang menentang pembangunan Tugu Keris Siginjai, mengatakan, pemkot akan melakukan musyawarah kembali yang melibatkan banyak elemen di Kota Jambi dengan Pemkot Jambi. Ia berharap musyawarah itu melahirkan kesepakatan dan hasil terang, agar tidak terjadi lagi keributan di masyarakat.

“Musyawarah sebenarnya sudah, cuma mereka ingin dilibatkan budayawan, banyak elemen yang minta ada pertemuan. Dari pertemuan itu nanti dilihat hasilnya bagaimana,” ujar Abu Bakar.

Abu Bakar menegaskan, rencana musyawarah tersebut disambut baik oleh Pemkot Jambi, sebagai saran dan masukan untuk membangun Kota Jambi menjadi lebih baik dan indah.

“Menggelar dialog lebih luas kan lebih bagus, jadi ada masukan dan saran untuk pemerintah kota,” kata Abu Bakar. (infojambi.com)

Laporan : Dicky

 

Kategori Kota Jambi,Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.