Profil Menteri Pengusir Jurnalis di Jambi, Politikus NasDem yang Gagal ke Senayan

Laporan: Ramadhani

Syahrul Yasin Limpo. (Ist)

INFOJAMBI.COM – Jurnalis Jambi dari berbagai media memprotes pengusiran yang dilakukan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul turun tangan langsung mengusir jurnalis untuk keluar. Kala itu, Syahrul hendak memasuki gudang biji pinang CV Indokara beralamat di Jalan Suak Kandis, Desa Pudak III, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.

Pengusiran dengan mengipas tangan itu terjadi Sabtu (6/11) dan terekam oleh kamera jurnalis di lokasi acara.

Jurnalis Kompas TV Jambi, Suci Anissa menyebutkan, perlakuan pengusiran sebenarnya sudah berlangsung sejak hari pertama kunjungan Syahrul ke Jambi, Jumat (5/11).

Suci menegaskan tindakan yang dilakukan Syahrul Yasin Limpo sangat tidak menghargai profesi jurnalis yang bekerja untuk mengabarkan informasi yang layak dipublikasi.

Jurnalis di Jambi pun membandingkan dengan kunjungan Presiden Joko Widodo yang memiliki pengamanan super berlapis tapi mudah untuk urusan pemberitaan.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jambi itu berkata, para jurnalis  sudah berdiri sebelah kiri gudang sesuai arahan petugas protokol.

“Sebelum liputan kami di briefing. Begitu menteri mau masuk, para unsur pengamanan menteri langsung melontarkan kata-kata media keluar, media jangan ada yang masuk.

Pengusiran juga dilakukan oleh menteri. Sebelumnya, di Balai Latihan Pertanian Jambi di Paal 16 Muaro Jambi yang boleh masuk hanya satu media. Menteri ngusir kami saat mau (wawancara) door stop,” sebut Suci

Perlakuan pengusiran oleh Mentan Syahrul terekam kamera jurnalis. (Ist)

Dikutip dari berbagai sumber, Syahrul Yasin Limpo diangkat Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertanian sejak 23 Oktober 2019, menggantikan Amran Sulaiman menteri Pertanian periode sebelumnya yang juga berasal dari Sulawesi Selatan.

Syahrul Yasin Limpo mengawali kariernya sebagai politikus partai Golkar. Di partai Beringin itu, Syahrul pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar wilayah Sulawesi Selatan pada 1993 hingga 1998.

Pria kelahiran Makassar, 16 Maret 1955 ini pernah menjadi Ketua DPD I Sulawesi Selatan sejak tahun 2009 hingga 2008. Perjalanannya di Partai Golkar pun berhenti pada 2018.

Tepat pada Juli 2018, dia resmi pindah ke partai Nasional Demokrat (Nasdem). Di awal kiprahnya saat itu, dia langsung dipercaya menjadi Ketua DPP periode 2018-2023.

Dia awal meniti karir di pemerintahan, sebagai Pegawai Negeri Sipil sejak tahun 1980.

Jabatan yang pernah diemban, Kepala Seksi Tata Kota pada 1982, Kepala Sub Bagian Perangkat IV & V PD. Biro Pemerintahan Umum Tahun 1983, Kepala Wilayah Kecamatan Bontonompo, Gowa pada 1984.

Lalu, Kepala Bagian Pemerintahan Setwilda Tk. I Sulsel 1987, Kepala Bagian Pembangunan Setwilda Tk. I Sulsel 1988, Kepala Bagian Urusan Generasi Muda dan OR Setwilda Tk. I Sulsel 1989, Sekretaris Wilayah Daerah Tk. II Kabupaten Gowa 1991, dan Kepala Biro Humas Setwilda Tk. I.

Kekuasaan dia terus berlanjut hingga dirinya ditunjuk sebagai Bupati Kabupaten Gowa sebanyak dua periode berturut-turut, yakni pada tahun 1994-1998 dan tahun 1998-2002.

Selanjutnya menjadi Gubernur Sulawesi Selatan 2008–2018. Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syahrul adalah Wakil Gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam, sebelum akhirnya memenangkan pertarungan dengan Amin Syam dalam pilkada Sulsel pada tahun 2007 setelah keduanya sama-sama maju bertarung sebagai calon petahana.

Dia mudah dikenal karena ayahnya, Kolonel Inf (Purn) H. Muhammad Yasin Limpo atau lebih dikenal dengan nama M. Yasin Limpo atau Yasin Limpo, seorang tokoh pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi Selatan yang juga pendiri Partai Golkar di Makassar.

Adik Syahrul, Ichsan Yasin Limpo adalah Bupati Gowa selama dua periode pada tahun 2005 hingga 2015.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Syahrul maju menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) II Sulsel.

Dapil tersebut meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, dan Kota Parepare. Namun, Syahrul gagal lolos ke Senayan.

Kategori Politik

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.