PSSI Peringati HUT ke 88 Dengan Sederhana

Laporan Bmbang Subagio

INFOJAMBI.COM – Peringatan HUT ke 88 PSSI dirayakan tidak secara mewah, melainkan secara sederhana di lapangan ABC Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018) malam.

Peringatan HUT PSSI, diawali laga persahabatan antara tim Pengurus PSSI, Sponsor dan tim Legenda Timnas Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Football Ambassador (IFA) yang dipimpin oleh David Sulaksmono.

Para legenda timnas era 1970-1990-an yang hadir dalam ‘hajatan’ PSSI itu adalah Risdianto, Simson Rumahpasal, Marsely Tambayong, Nasir Salassa, Rully Nere, Berti Tutuarima, Aun Harharah, Didik Dharmadi, Aji Ridwan, Marzuki Nyak Mad, Patar Tambunan, Benny van Breukelen, David Sulaksmono, Louis Mahodim, Mahruzar, Nasrul Koto, Rochy Putirai, Aris Indarto, dan Mukti Ali Raja. Hadir pula di acara ini pelatih Timnas Sepakbola Putri senior, coach Satia Bagdja Ijatna berserta asistennya.

Acara HUT PSSI ditandai dengan pemberian potongan nasi tumpeng secara simbolis oleh Sekjen PSSI Ratu Tisya kepada kordinator IFA David Sulaksmono.

Menurut Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, acara ini sengaja diadakan secara sederhana. Ia tak ingin PSSI menggelar acara yang terkesan mewah. “Hari ini usia PSSI sudah 88 tahun dan kami rayakan sederhana karena esensinya sepak bola itu memang sederhana,” ujar Joko Driyono dalam sambutannya.

Joko Driyono menegaskan PSSI berusaha semaksimal mungkin membuat sepak bola Indonesia lebih bermatabat lagi. Ia pun yakin dalam usia baru, pengurus PSSI dan seluruh anggotanya bisa menyongsong rasa optimis. “Target-target yang sudah disusun diharapkan bisa dijalankan dengan baik ke depannya, ” katanya.

Sementara Ratu Tisya mengatakan perayaan HUT PSSI ke-88 cukup sederhana tanpa mengurangi semangat dan nilai perjuangan para pendiri PSSI. “Perjalanan PSSI yang sudah 88 tahun, diibaratkan sosok kakek sepuh yang telah matang segalanya, ” katanya.

“Kami apresiasi acara sederhana HUT PSSI ini. IFA berharap di tengah masalah yang selalu muncul, tetap berusaha meningkatkan kualitas sepakbola Indonesia, ” ujar mantan pesepakbola klub galatama Jayakarta, yang pernah berguru enam bulan di Brasil, David Sulaksmono.

Editor Wahyu Nugroho

Kategori Nasional,Olahraga

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.