PSU Bulan Puasa, Subhan : Bisa Saja…

Penulis : Tim Liputan || Editor : Redaksi

M. Subhan

INFOJAMBI.COM — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi, M Subhan, tidak menampik kemungkinan, Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi digelar dalam bulan Ramadan.

“Bisa saja kita gelar PSU di bulan puasa. Itu jika semua perangkat sudah siap. Tidak ada masalah,” kata Subhan kepada awak media, di kantornya, Jum’at, 26 Maret 2021.

Pada dasanya, ujar Subhan, semakin cepat PSU digelar semakin baik. Tidak perlu menunggu waktu lama.

PSU pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi periode 2021-2024 berpotensi ricuh dan konflik cukup tinggi, apabila pelaksanaannya menunggu terlalu lama.

Kericuhan bukan saja terjadi antar tim sukses, tapi juga dalam masyarakat yang butuh kepastian kepala daerahnya.

Mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 22 Maret 2021, PSU harus diselenggarakan paling lama 60 hari sejak diputuskan.

Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, DR As’ad Isma menilai, penyelenggara pemilu harus segera melakukan PSU.

“KPU harus segera melaksanakan PSU, untuk memberikan kepastian politik. Dengan PSU cepat, kepastian siapa kepala daerah akan terwujud,” kata As’ad dilansir pemayung.com, Jum’at, 26 Maret 2021.

Menurut As’ad, dengan disegerakannya PSU, bisa menghentikan ketegangan di tengah masyarakat terkait dukung mendukung kandidat cagub masing-masing.

“KPU harus mendengar masyarakat yang minta PSU cepat dilakukan, karena ini sudah jelas. TPS-TPS nya sudah jelas, jumlah sudah jelas, lokasi sudah jelas. Apalagi halangannya,” tuturnya.

Sebelumnya, mantan Wakil Bupati (Wabup) Tebo, Hamdi, juga menilai agar PSU (pemilihan suara ulang) harus segera dilaksanakan.

Menurut dia, berkaca dari pengalamannya di pilkada terdahulu, semakin lama pelaksanaan PSU, semakin tinggi tingkat konflik dan gesekan di antar tim dan masyarakat.

“Ini berbahaya. Saya di Tebo pernah merasakan langsung seperti ini. Bagi kandidat-kandidat cakada, pasti juga pernah merasakan hal sama. Makin lama pemilihan baik pemilihan maupun pemilihan ulang (PSU), makin susah mengatasi gesekan antar tim dan antar pendukung kandidat di masyarakat,” ungkap Hamdi. ***

Kategori Politik

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.